Satgas PAD Minta Pengusaha Pasang Tapping Box


105 view
Foto: SIB/Usni Pili Panjaitan
SATGAS PAD: Ketua Tim Satgas PAD Tanjungbalai, Syahrizal (pakai topi) menjelaskan kepada pengusaha restoran cepat saji tentang penggunaan tapping box.
Tanjungbalai (SIB)
Satuan Tugas Pendapatan Asli Daerah (Satgas PAD) Pemko Tanjungbalai, Sabtu (10/4) mengunjungi sejumlah hotel dan restoran, terkait pemasangan tapping box.

Satgas PAD yang dipimpin Kabid Pendapatan Kantor BPKPAD Tanjungbalai Syahrizal, menghimbau setiap hotel, rumah makan atau restoran untuk menggunakan tapping box.

"Kita datangi tempat usaha seperti hotel, rumah makan, restoran cepat saji di Tanjungbalai. Kita sampaikan cara pemasangan dan tujuan penggunaan alat perekam transaksi usaha pajak daerah disebut tapping box. Alat ini adalah salah satu metode atau cara untuk memudahkan pelayanan kepada setiap wajib pajak," ujar Syahrizal kepada SIB, Sabtu malam.

Tapping box berperan penting untuk menciptakan transparansi, akuntabil dan validasi data transaksi dari seluruh wajib pajak. "Tapping box bahkan diharapkan dapat membantu peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2021. Alat ini akan memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk pelaporan transaksi pembayaran pajak restoran dan hotel,"sambungnya.

Sosialisasi yang dilakukan Satgas PAD dengan berkunjung ke tempat usaha, diharapkan mendapatkan sambutan positif pengusaha. Sebab, penggunaan tapping box akan mencegah kebocoran pajak dan informasi yang disampaikan cepat.

"Penggunaannya mudah dan informasi transaksi setiap saat dapat kita ketahui. Kita akan tempelkan stiker di setiap usaha yang menggunakan tapping box, agar masyarakat tahu manfaat alat ini. Tujuan kita untuk meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi daerah, hasilnya juga untuk pembangunan Kota Tanjungbalai," kata Kepala BPKPAD Tanjungbalai, Asmui Rasyid kepada SIB, mengajak pengusaha berperan aktif mendukung penggunaan tapping box.

Namun dikatakan Asmui, kesadaran masyarakat juga lebih penting. "Masyarakat juga akan tahu bahwa telah membayar pajak restoran yang dikunjungi dari bon faktur belanjanya. Selama ini kan tidak begitu. Bagi pengusaha yang menolak menggunakannya, akan kita beri sanksi dan sanksi terberat tempat usahanya ditutup sementara," kata Asmui. (E9/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com