Sebulan Dibangun, Jalan Usaha Tani di Sei Lobah Asahan Sudah Rusak


188 view
Sebulan Dibangun, Jalan Usaha Tani di Sei Lobah Asahan Sudah Rusak
Foto: harianSIB.com/Regen Silaban
PERLIHATKAN: Warga memperlihatkan kondisi jalan usaha tani di Dusun VIII Sei Lobah, Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan, yang baru sebulan dibangun kini sudah rusak, Kamis (7/10).
Sei Kepayang (SIB)
Jalan Usaha Tani di Dusun VIII Sei Lobah, Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan, yang baru sebulan dibangun dengan biaya ratusan juta rupiah melalui APBD Pemkab Asahan tahun anggaran 2021, kini sudah mulai rusak.

Amatan SIB di lokasi, Kamis (7/10), Jalan Usaha Tani tersebut dibangun dengan rabat beton sepanjang 300 meter dengan lebar 2 meter. Kondisinya saat ini sudah mulai retak-retak dan kupak kapik. Bahkan di salah satu titik, badan jalan sudah terlihat bergelombang, karena volume bangunan jalan juga mulai susut.

Warga setempat yang mayoritas penduduknya petani mengaku sangat kecewa dan meminta pemerintah meninjau hasil pekerjaan proyek tersebut, serta memerintahkan pihak pelaksana untuk memperbaiki jalan tersebut.

Dari keterangan warga, proyek pembangunan jalan itu dikerjakan dalam tempo sekitar 1 minggu dan diduga kuat tidak sesuai bestek, seperti campuran material hingga volume bangunan yang tidak sesuai standar.

"Kami lihat pada saat proses pekerjaan, campuran pasir dan semen nya tidak sesuai standar, airnya memakai air parit, bahkan semennya adalah semen Holcim, berbeda dengan biasanya menggunakan semen Padang atau Andalas. Proses pekerjaan nya juga terkesan buru-buru, karena hanya dalam satu minggu sudah selesai dibangun," kata Hotlas Lubis (48) warga setempat.

Lebih lanjut diceritakannya, pembangunan jalan itu berawal dari pengajuan warga melalui kelompok Tani Mimbar Dusun 8, pada reses anggota DPRD Sumut tahun lalu. Kemudian Pemkab Asahan melalui Dinas Pertanian merealisasikan pembangunan pada bulan Juli 2021. Namun disesalkannya, hasil pembangunan jalan tersebut tidak sesuai harapan masyarakat karena sudah rusak meskipun baru dibangun.

"Kami minta Pemkab Asahan turun ke lokasi dan meminta pihak pelaksana untuk memperbaikinya," kata Lubis diamini Robinson Sihotang, Kadus setempat saat turun ke lokasi memperlihatkan kondisi jalan itu kepada wartawan.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Perbangunan, Arinton Sihotang ketika dikonfirmasi SIB melalui telepon selulernya juga sangat menyesalkan hasil pekerjaan proyek Jalan Usaha Tani tersebut, dan berjanji akan menindak lanjuti keluhan warga ke ke Pemkab Asahan.

"Kami sangat berterimakasih jalan itu dibangun, tapi setelah mengetahui kondisi jalan itu saat ini, kami sebagai pemerintah desa sangat menyesalkan pekerjaan proyek APBD tersebut. Keluhan warga ini akan kami tindak lanjuti, karena jujur, sebagai pemerintah desa kami tidak tau kapan dilakukan pekerjaan itu dan kapan berakhirnya. Karena tidak ada informasi pemberitahuan dari pihak pelaksana ke kami," ucapnya. (SS16/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com