Sejarah Terulang Kembali, Kongres ke-19 Pertemuan Spesialis THT se-Asean Digelar di Medan


284 view
Sejarah Terulang Kembali, Kongres ke-19 Pertemuan Spesialis THT se-Asean Digelar di Medan
(Foto: Dok/IDI)
FOTO BERSAMA: Ketua Panitia Kongres ke- 19 Pertemuan Dokter Spesialis THT dan Ilmiah Nasional THT ke-11, Prof Farhat foto bersama dengan lainnya, di Medan, Kamis (21/10/2021). 
Medan (harianSIB.com)
Kongres ke-19 Pertemuan Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) dan Ilmiah Nasional THT ke-11 digelar di Medan, Kamis (21/10/2021). Kegiatan ini tidak hanya diikuti dokter spesialis THT tapi juga dokter spesialis lainnya.

Ketua panitia Prof Dr dr Farhat mengatakan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan dokter spesialis THT dari seluruh negara yang tergabung di Asean dan Medan ditunjuk sebagai tuan rumah.

"Kegiatan ini juga digandengkan dengan kegiatan pertemuan ilmiah nasional," kata Prof Farhat kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Selain digelar secara tatap muka, kegiatan ini juga diadakan secara virtual. Terdaftar ada 1.500 peserta terdiri dari dokter spesialis.

"Bukan hanya THT karena ada beberapa bahagian spesialis lain yang terkait dengan anak, patologi anatomi, radiologi dan paru," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT (Perhati) se-Asean dr Soekirman Soekin menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti 10 negara Asean dan juga melibatkan undangan dari Asia, Amerika dan seluruh dunia. Kegiatan yang digelar di Medan ini, kesempatan untuk menunjukkan Indonesia di negara Asean cukup kuat dan maju dalam bidang pengetahuan dan pengalaman.

Apalagi selama masa pandemi ini, katanya, Indonesia menjadi sorotan dunia. Ini juga menjadi hal positif bagi bidang THT karena sudah dua tahun, pasien THT tidak ada ke negara lain. Sebab, di Indonesia dapat menangani kasus THT dengan baik, termasuk alat kesehatan THT.

"Tadinya masyarakat cukup tinggi berobat THT ke luar negeri, namun saat ini tidak ada yang ke luar negeri bahkan terbukti tertangani dengan baik," bebernya.

Ketua Spesialis Perhati-KL Indonesia Prof Jenny Bashiruddin mengatakan kongres memiliki visi menyamaratakan semua spesialis THT di Indonesia.

"Masa sekarangkan patient safety, sehingga dokter THT di Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melayani pasien-pasien yang memerlukan pelayanan di daerahnya. Kalau dulu ke Penang, Singapura tapi sekarang rasanya sudah tidak ada lagi karena kita berusaha menyamakan atau menyamaratakan ahli-ahli THT di Indonesia," tegasnya.

Ia mengatakan pihaknya terus berusaha untuk menyediakan wadah agar daerah bisa membeli alat-alat kesehatan yang diperlukan salah satunya dengan membentuk koperasi. Bahkan juga berusaha agar alat-alat itu sudah masuk dalam daftar e-katalog.

Ketua IDI Medan dr Wijaya Juwarna berharap kegiatan ini menjadi inspirasi dokter SpTHT dalam mengembangkan skill dan knowledge dalam melayani pasien.

"Acara kongres ini pertama sekali memang diadakan di Medan sekitar tahun 80-an dan sejarah ini kita ulang lagi di Medan. Kita berharap acara ini bisa menjadi inspirasi spesialis-spesialis THT yang baru nanti untuk bisa mengembangkan skill dan knowledge-nya," ujarnya di sela-sela kongres tersebut.

Ia menyebutkan saat ini perkembangan THT adalah bagaimana menangani Covid-19 di bidang THT dan perkembangan teknologi dalam operasi-operasi THT tentunya dengan adanya teori-teori baru. Apalagi sebutnya jumlah penderita THT di Kota Medan berada di posisi 10 besar, karena THT ini terkait infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Hadir juga Ketua IDI Wilayah Sumut dr Ramlan Sitompul. Ia mengatakan Kota Medan terpilih menjadi tuan rumah pada kegiatan ini merupakan prestasi dan berharap even seperti ini harus sering dilakukan oleh organisasi di bawah naungan IDI supaya dapat menambah ilmu pengetahuan para dokter-dokter spesialis.

"Sebenarnya dokter spesialis THT ini dididik standar, namun yang menjadi persoalan adalah alat-alat pendukung profesi kedokteran. Kalau sejauh ini sangat sulit memperoleh alat kesehatan karena disamakan dengan barang mewah, namun saat ini memang sudah ada kemudahan. Kita harapkan kesempatan ini bisa diambil oleh owner rumah sakit atau para pemerintah untuk mengadakan alat-alat itu," katanya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Prof Dr dr Delfitri Munir, dr Adelena Anwar, Dr dr Devira Zahara, dr Amran Simanjuntak dan lainnya. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com