Sekolah dan Orangtua Siswa Dukung Rencana PTM Terbatas di Tanjungbalai


83 view
Foto:SIB/Regen Silaban
DITEMUI: Salah seorang orangtua murid, Khairuddin Tambunan (kiri) dan Kepala SMP Negeri 1 Tanjungbalai, Ahli Edison Siregar (kanan), ketika ditemui SIB secara terpisah menanggapi rencana PTM terbatas, Kamis (10/6).
Tanjungbalai (SIB)
Pihak sekolah dan orangtua siswa di Kota Tanjungbalai menyambut baik pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang direncanakan akan dimulai pada bulan Juli 2021 mendatang.

"Mewakili orangtua siswa, kami sangat menyambut jika pada tahun ajaran baru 2021/2022, pada bulan Juli nanti akan dilaksanakan belajar tatap muka dengan sistem terbatas sesuai protokol kesehatan Covid-19, "kata Khairuddin Tambunan, salah seorang orangtua murid menanggapi rencana PTM terbatas, Kamis (10/6).

Khairuddin mengatakan, sebagai orangtua siswa, dirinya telah merindukan pembelajaran tatap muka, karena menurutnya, pembelajaran online dianggap tidak efektif untuk mendidik anak-anak. Dirinya juga menerima bila sistem PTM terbatas bagi siswa hanya 2 kali dalam satu minggu, dengan durasi 4 jam belajar tatap muka dalam satu minggu.

"Para orang tua murid selama ini sangat berharap agar belajar dilaksanakan tatap muka, sebab belajar online selama ini tidak efektif bagi anak-anak, justru terkesan seperti pembodohan bagi anak-anak. Untuk itu, kami sangat menyambut baik jika diberlakukan belajar tatap muka bagi siswa, "ucap Khairuddin, seperti dilansir dari harianSIB.com.

Senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Tanjungbalai, Ahli Edison Siregar, yang mengatakan bahwa sekolahnya siap menyambut pelaksanaan PTM terbatas sesuai anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Pastinya, kita menyambut kalau ada rencana belajar tatap muka di sekolah. Namun kita akan melaksanakan pertemuan dengan orang tua murid dan pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Tim Gugus, tentang bagaimana teknis pelaksanaan PTM terbatas itu. Mungkin akan dibagi sip per kelas sesuai Prokes yang menganjurkan hanya 50% dari kapasitas sekolah, dan akan dibagi jadwal pembelajaran tatap muka dengan tidak menimbulkan keramaian, "kata Siregar.

"Jika hal itu terwujud, Tim Gugus atau Dinas Kesehatan juga harus membantu pihak sekolah dalam memantau pelaksanaan belajar tatap muka tersebut. Misalkan, melakukan pemeriksaan kesehatan guru dan murid serta melakukan penyemprotan disinfektan berkala di setiap ruangan belajar, "tutupnya. (R12/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com