Selain Karantina, 9 Check Point Ini Wajib bagi Perjalanan Dalam dan Luar Negeri


181 view
Selain Karantina, 9 Check Point Ini Wajib bagi Perjalanan Dalam dan Luar Negeri
Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita
DIALOG: Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)-KPCPEN bertajuk “Karantina Wajib Untuk Semua, Demi Indonesia Bebas Pandemi”, Kamis (28/10/2021).

Jakarta, (harianSIB.com)


Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Alexander K Ginting menegaskan pemerintah menerapkan pencegahan berlapis dalam pengendalian Covid-19, khususnya bagi pelaku perjalanan internasional maupun dalam negeri.


“Pandemi memang membaik, namun kasus aktif masih ada di tengah masyarakat dan virus masih bersirkulasi. Untuk itu jangan lengah. Tujuan dari semua aturan ini untuk keselamatan, keamanan, dan kesehatan masyarakat,” katanya dalam dialog produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)-KPCPEN, Kamis (28/10/2021).

.

Terkait karantina mandiri di Indonesia bagi yang datang dari luar negeri, kata Alex, ditetapkan 5x24 jam, dengan pemeriksaan PCR saat masuk dan keluar karantina.


“Lima hari ini diikuti pengamatan sampai dengan hari ke-14 di tempat masing-masing. Jika bergejala, maka harus lapor ke puskesmas setempat,” imbuhnya.


Alex menegaskan, perlu dikomunikasikan kepada masyarakat, saat merencanakan perjalanan, durasi waktu karantina harus sudah dijadwalkan sebagai bagian dari perjalanan. Hal ini karena menjalani karantina adalah keharusan bagi mereka yang tiba di Indonesia dari luar negeri.


Lebih rinci ia menyebutkan bagi pekerja migran, pelajar atau mahasiswa, serta pelaku perjalanan dinas pemerintahan, maka pemerintah menyediakan karantina di Wisma Pademangan.


Sedangkan untuk kelompok swasta yang bepergian untuk jalan-jalan, bisnis atau keperluan lain, terdapat pilihan akomodasi yang telah disiapkan pemerintah untuk karantina dan dapat direservasi.


Menurut Alex, terdapat 9 titik pengecekan (check point) yang harus dilalui pejalan internasional saat tiba di bandara Indonesia.


Sembilan titik tersebut yakni, pertama pengisian data diri dan penerbangan melalui aplikasi yang disiapkan. Kedua, pemeriksaan dokumen kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) dan penempatan karantina.


Ketiga, pendataan berdasarkan lokasi karantina. Keempat, proses imigrasi. Kelima, pengambilan bagasi. Keenam, proses kepabeanan. Ketujuh, registrasi lokasi karantina. Kedelapan, sebagai bagian dari proses penjemputan, dilakukan pendataan identitas diri oleh Polresta Bandara. Kesembilan, menuju lokasi karantina dengan kendaraan yang sudah disiapkan.


Alex mengimbau, jangan ada upaya tawar-menawar untuk menghindari 9 check point dan karantina, karena semua ditetapkan guna mencegah terjadinya infeksi Covid-19 di dalam negeri.


Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Rusdi Hartono menegaskan hal serupa. “Aturan yang telah dibakukan pemerintah, mari kita taati bersama. Jangan ada upaya untuk melanggar,” imbuhnya.


Rusdi juga meminta masyarakat belajar dari kasus di Jakarta terkait pelanggaran proses karantina, di mana akhirnya dilakukan penyidikan oleh polisi dan kemungkinan akan berlanjut ke pengadilan.


Menurutnya, sesuai Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19, Polri menjalankan pemantauan, pengendalian, sosialisasi, pendisiplinan, dan penegakan hukum. Pun, dalam melakukan fungsi tersebut, Polri bekerja erat dengan instansi terkait lainnya.


Terkait perubahan masa karantina dari 8 hari menjadi 5 hari, Rusdi menuturkan tidak terdapat kendala saat implementasi di lapangan karena semua pihak bekerja bersama, memahami, dan memiliki komitmen, bahwa kebijakan pemerintah dilaksanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya terkait pelaku perjalanan dari luar negeri.


Dokter relawan Covid-19 Muhammad Fajri Adda’i juga mengatakan, regulasi dibuat untuk keamanan dan kenyamanan agar masyarakat dapat beraktivitas kembali tanpa terjadi lonjakan kasus, termasuk aturan karantina.


Virus, menurut Fajri, membutuhkan makhluk hidup untuk membawa dan menyebarkannya, salah satunya melalui pejalan internasional. Karena itu, proses karantina sangat esensial untuk mencegah terjadinya penyebaran virus, sekaligus untuk perlindungan diri sendiri dan lingkungan sekitar.


Penetapan lamanya karantina 5 hari, kata Fajri, salah satunya berdasarkan masa inkubasi virus varian Delta. Diketahui, 90% virus Covid-19 yang beredar di dunia termasuk Indonesia, adalah varian yang memiliki masa inkubasi 3, 4, sampai 5 hari tersebut.


“Selain itu, poin pentingnya adalah dua kali testing saat karantina,” pungkas Fajri.

Penulis
: Victor Ambarita
Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com