Selain Langgar Prokes dan PPKM Mikro, Pemilik Warkop di Jalan H Misbah dan Multatuli Tidak Bayar Pajak Restoran


273 view
Selain Langgar Prokes dan PPKM Mikro, Pemilik Warkop di Jalan H Misbah dan Multatuli Tidak Bayar Pajak Restoran
(Foto : Dok/ Dinas Kominfo Medan)
Patroli : Petugas tim gabungan Pemko Medan, kepolisian dan TNI meminta pengunjung segera pulang dari salah satu warkop di seputaran Multatuli Medan saat melakukan patroli Prokes dan PPKM, Kamis (24/6/2021) malam. 
Medan (harianSIB.com)
Selain pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, tim gabungan Pemko Medan, kepolisian dan TNI menemukan puluhan warung kopi di Jalan H Misbah dan Multatuli tidak membayar pajak restoran. Pelanggaran ini ditemukan saat tim gabungan melakukan Patroli Prokes dan PPKM berbasis mikro, Kamis (24/6/2021) malam.

Para pemilik warung kopi itu harus menandatangani berita acara. Mereka juga menandatangani Berita Acara Pendataan Pajak Jenis Restoran dan diwajibkan segera mengurus kewajiban pajaknya ke kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Medan.

Sebelum patroli, tim gabungan Pemko Medan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan BPPRD bersama aparat kepolisian dan TNI, mengikuti apel di halaman depan Kantor Wali Kota. Bertindak sebagai pimpinan apel Sekretaris Dinas Pariwisata Medan, Yuda Pratiwi.

Dalam arahannya, Yuda menyebutkan, Wali Kota telah mengeluarkan Surat Edaran tentang PPKM berbasis mikro, di antaranya perubahan pembatasan waktu operasional. Jika sebelumnya kegiatan usaha layanan makan dan minum di tempat dibatasi sampai pukul 21.00 WIB, maka Surat Edaran terbaru ini menetapkan batas operasional hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Usai apel, tim gabungan dibagi beberapa kelompok. Salah satu kelompok terdiri dari 50-an personel, bergerak menuju Jalan H Misbah. Di kawasan ini berdiri puluhan warung kopi yang selalu diramaikan pengunjung. Malam itu, saat tim gabungan tiba sebagian besar warung kopi itu masih beroperasi, padahal waktu telah menunjukkan pukul 21.30 WIB.

Petugas pun meminta pengunjung segera pulang setelah menghabiskan makanan maupun minumannya. Sesudah pengunjung bubar, personel dari BPPRD melakukan pengecekan. Ternyata pemilik warkop tersebut sama sekali tidak membayar pajak restoran. Petugas pun meminta pemilik menandatangani Berita Acara Pendataan Pajak Jenis Restoran dan secepatnya mengurus kewajiban pajaknya ke kantor BPPRD Medan.

“Jika tidak segera diurus, maka usaha ini akan kita segel,” ucap seorang personel BPPRD.

Kenyataan yang sama juga terjadi di warkop-warkop lain yang berada di kawasan tersebut. Menurut keterangan petugas, dari 30-an warkop di kawasan tersebut, hanya dua yang sudah memenuhi kewajiban membayar pajak restoran.

“Semua yang belum mengurus kewajiban pajak akan kita proses. Ini dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” kata seorang petugas.(*)

Penulis
: Robert
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com