Selama 20 Tahun, Gang Riahna Medan Selayang Tanpa Lampu Jalan


180 view
Foto SIB/Desra Gurusinga
Buka : Anggota DPRD Medan D Edy Eka Suranta S Meliala membuka Reses Masa Sidang Ketiga Tahun  II TA 2021 yang digelar di Jalan Jamin Ginting Lingkungan V Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang, Senin sore (10/5/2021).
Medan (harianSIB.com)

Warga Jalan Jamin Ginting Gang Riahna Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang mengaku, selama 20 tahun belum menikmati Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), sehingga kawasan itu menjadi rawan kejahatan.

“Warga sekarang kurang nyaman kalau keluar malam-malam, karena tidak adanya LPJU. Rata-rata warga di sini adalah pedagang sayur dan harus keluar dini hari untuk berdagang ke pasar. Karena gang gelap, kami menjadi was-was takut menjadi korban kejahatan,” ujar warga, Basri Ginting saat mengikuti Reses Masa Sidang Ketiga Tahun II TA 2021 yang digelar anggota DPRD Medan D Edy Eka Suranta S Meliala, Senin (10/5/2021) sore di Jalan Jamin Ginting Lingkungan V Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang.

Selain itu, masalah banjir juga dikeluhkannya padahal di daerah tersebut ada parit besar. “Kenapa daerah kami selalu banjir setiap turun hujan, padahal adanya parit besar,” tanyanya.

Senada dengan itu, Ngamanken Br Bangun juga mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan jalan dan daerahnya kerap dilanda banjir.
"Banjir terjadi karena parit di Gang Malaysia lebih tinggi daripada di Beringin. Air dari parit Gang Malaysia tumpah ke Beringin, akibatnya selalu banjir. Ini keenam kalinya saya usulkan kepada Pak Edy Meliala, mudah-mudahan bisa terealisasi," harapnya.

Warga lainnya, Ariston Sebayang juga mengeluhkan banjir yang terjadi di tempat tinggalnya di Gang Jati. “Kalau hujan, Gang Jati itu sudah seperti kolam,” ujarnya.

Warga lainnya, Joni P Sagala mengusulkan agar parit di Jalan Jamin Ginting diperlebar guna mengatasi banjir yang kerap terjadi. “Saya lihat setiap banjir, 1 jam kemudian surut. Ini berarti kurangnya saluran, padahal sungai dekat. Makanya, parit tidak cukup kalau hanya dikorek, tapi harus dilebarkan. Paling panjangnya sekitar 1 Km,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, politisi yang akrab dipanggil Dico itu berjanji akan menyampaikan kepada OPD terkait di Pemko Medan. Apalagi, program Wali Kota Medan saat ini adalah “Medan Tajir” (Medan Tanpa Banjir).

Terkait LPJU, Sekretaris F-Gerindra ini mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera diperbaiki.

Sedangkan Lurah Beringin mengatakan, satu-satunya cara mengatasi banjir adalah dengan melakukan normalisasi Sungai Babura. Selain itu, warga juga meminta agar Kepala Lingkungan 5 segera didefenitifkan. “Sudah 3 bulan kami tidak memiliki Kepling, karena Kepling yang lama sudah meninggal. Saat ini dijabat seorang Plt dan tidak pernah turun melihat warga. Kami minta agar segera didefenitifkan, agar warga tahu jika berurusan,” pinta Rianus Surbakti. (*)

Penulis
: Desra Gurusinga
Editor
: Robert/Eva R Pelawi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com