Semakin Bertambah, Warga Bongkar Sendiri Rumahnya di Lahan PTPN III Bangun

* Ketua Futasi Klaim Lahan Tersebut Hak Warga

515 view
Semakin Bertambah, Warga Bongkar Sendiri Rumahnya di Lahan PTPN III Bangun
(Foto: Dok/Ramces Pandiangan)
BONGKAR SENDIRI  : Setelah mendapatkan tali asih, warga membongkar sendiri rumahnya di lahan milik PTPN III Unit Bangun di Kecamatan Sitalasari Pematangsiantar baru-baru ini. 
Simalungun (harianSIB.com)
Dalam sebulan terakhir warga yang bersedia membongkar rumah dan meninggalkan lahan PTPN III unit Bangun Afdeling IV yang berlokasi di Kelurahan Bah Sorma dan Kelurahan Gurilla Kecamatan Sitalasari Pematangsiantar terus bertambah.

Konsultan hukum PTPN III Ramces Pandiangan MH dalam keterangan pers nya, Kamis (14/10/2021) mengatakan bahwa hingga saat ini sudah 8 rumah yang dibongkar sendiri oleh pemiliknya dengan kesadaran sendiri setelah diberikan tali asih.

Sedangkan 4 warga lain yang juga sudah mendapatkan tali asih dan ingin membongkar rumahnya, belum dapat dilakukan karena dihalang-halangi oleh warga yang tidak setuju dengan kebijakan yang dilakukan PTPN III.

Adapun warga yang sudah membongkar rumahnya ialah Pdt Muriadi Marbun, Eminar Pandiangan, Rubelia Samosir, Jhon Ventinus Sinabutar, Dra Rohani Sinaga, Renta Dumaria Simanjuntak, Murniati situmorang dan Eslida gultom sedangkan Tina Sitorus, Koloria Pakpahan, Guspardi Sitorus, K Hana Riska Harianja belum bisa membongkar rumahnya karena mengaku diintimidasi.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang mau meninggalkan lokasi semakin banyak dan kita terus terbuka, siap memberikan tali asih bila yang lain juga sadar bahwa mereka tidak memiliki kekuatan hukum dan alas hak untuk menduduki lahan HGU milik PTPN III yang aktif sampai tahun 2029," terang RamcesPandiangan sembari menyesalkan sikap arogansi dari para penggarap yang menghalang-halangi dan mengintimidasi warga yang ingin membongkar rumahnya.

Ia menegaskan akan menempuh langkah hukum bila tindakan demikian masih terus terjadi di lapangan.

Sementara Ketua Forum Tani Sejahtera Indonesia (Futasi) Jonar Sihombing yang dikonfirmasi melalui selular mengklaim bahwa lahan seluas 126 hektare merupakan hak mereka, hasil perjuangan masyarakat yang merupakan eks PTPN III sejak Desember tahun 2004.

Pengurusan alas hak dikatakan Jonar sedang dilakukan dengan harapan akan diterbitkan Lahan Prioritas Reformasi Agraria (LPRA).

Jonar mengakui melarang warga yang sudah menerima tali asih untuk membongkar rumahnya, karena menurutnya dari awal perjuangan mereka, semua urusan merupakan wewenang dari Futasi.

"Kami merasa terusik. Bila rumahnya susah dijual atau dialihkan sebaiknya ada yang menduduki, jangan dibongkar, " ujar Jonar.

Jonar meyakini bahwa lahan tersebut akan tetap dikuasai oleh mereka, karena tidak mungkin lagi terbit HGU disebabkan wilayah tersebut sudah masuk ke lingkup Kota Pematangsiantar dari tahun 1986.

Sebagai langkah untuk memperkuat perjuangan, Futasi mendorong masyarakat sekitar untuk membangun rumah di lokasi sebanyak-banyaknya supaya perjuangan mereka kuat.(*)

Penulis
: Putra Nainggolan
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com