Tak Terima Digugat Cerai dan Nikah Lagi

Seorang Pria Datangi Kantor Disdik Deliserdang Minta Istrinya Berstatus Guru PNS Dipecat


131 view
Seorang Pria Datangi Kantor Disdik Deliserdang Minta Istrinya Berstatus Guru PNS Dipecat
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Seorang pria bernama Joni Fati Gulo (46) kaos merah, bersama kuasa hukumnya, Fatiatulo Zebua mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang di Lubukpakam, Jumat (14/1).
Lubukpakam (SIB)
Seorang pria bernama Joni Fati Gulo (46) bersama kuasa hukumnya, Fatiatulo Zebua mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang di Lubukpakam, Jumat (14/1). Ia datang untuk memenuhi panggilan dinas untuk mengisi BAP (Berita Acara Pemeriksaan) setelah sebelumnya ia melayangkan surat ke Bupati Deliserdang agar istrinya bernama H br S dipecat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Joni Fati melayangkan surat ke Bupati Deliserdang karena H Br S yang merupakan seorang guru di SD Negeri 104257 Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam tanpa sepengetahuannya sudah menikah lagi. Lebih parah lagi kata dia, ia digugat cerai melalui pengadilan namun undangan untuk menghadiri persidangan tidak pernah diterimanya.

"Dia sudah menikah lagi ternyata. Saya suaminya digugatnya ke pengadilan tapi undangan dari pengadilan tidak pernah sampai sama saya. Taunya saya dia nikah lagi dari temannya pada bulan Juli lalu," ucap Joni Fati Gulo kepada wartawan.

Ayah tiga orang anak ini menyebut anak-anaknya juga disebut tidak mengetahui kalau dirinya telah dicerai atau digugat ke Pengadilan Negeri Lubukpakam.

Setelah tahu hal itu, Joni bersama kuasa hukumnya melakukan upaya yaitu mengajukan gugatan permohonan pembatalan. Namun upaya tersebut ditolak oleh pihak pengadilan.

"Jadi saya tidak tahu dan tidak pernah hadir di persidangan jadi putusannya verstek (tanpa dihadiri tergugat). Kami sudah ajukan permohonan gugatan pembatalan tapi memang ditolak sama Pengadilan. Sekarang saya masih ajukan banding," kata Joni yang merupakan warga Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam.

Joni yang seharinya penjual bumbu tersebut menyebut istrinya ini bak kacang lupa kulitnya. Sebab H Br S masuk PNS merupakan upaya saudaranya. Pada saat masih tinggal di Nias ia dan saudaranya yang berusaha penuh untuk memasukkan istrinya itu sebagai PNS.

Saat pindah ke Deliserdang ia jugalah yang berusaha untuk mengurus semuanya.

"Namun lama-kelamaan dia semakin sombong dan entah kenapa jarang pulang. Pada tahun 2015 pernah dia ketahuan sama dengan laki-laki di salah satu rumah. Waktu itu sudah damai keluarga tapi masih terus berulah. Sekarang dia sudah menikah lagi sama orang Kecamatan Pantai Cermin dan sudah pindah agama," terang Joni.

Sementara itu Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Deliserdang, Jumakir menerangkan Joni Fati Gulo mereka panggil untuk dibuat BAP. Diakui kalau yang bersangkutan sebelumnya menyurati Bupati Deliserdang dan meminta agar istrinya dipecat.

"Jadi sudah kita panggil dan ambil keterangan yang terlapor. Sekarang yang pelapor giliran kita ambil keterangannya. Dua-dua kita ambil keterangannya untuk dibuat BAP. Sekarang belum bisa diputuskan karena nanti akan naik ke Kepala Dinas dan akan menjadi bahan pertimbangan untuk selanjutnya dikeluarkan rekomendasi ke BKD," terang Jumakir.

Disebut yang menentukan adalah pihak BKD dan akan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Diakui, permintaan pelapor hanya untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai PNS. (C3/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com