Kamis, 30 Mei 2024 WIB

Seratusan Petugas Kebersihan Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Pematangsiantar

Redaksi - Selasa, 26 Maret 2024 19:53 WIB
233 view
Seratusan Petugas Kebersihan Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Pematangsiantar
(Foto SIB/Ekoinra Siahaan)
UNJUK RASA : Seratusan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar saat berunjuk rasa di kantor Wali Kota Pematangsiantar, Senin (25/3).
Pematangsiantar (SIB)
Seratusan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar berunjuk rasa di kantor Wali Kota Pematangsiantar, Senin (25/3) pagi. Mereka menutut kenaikan upah kerja dan memperjelas status ketenagakerjaan mereka di jajaran Pemko Pematangsiantar.
"Kami menuntut upah hidup layak. Dalam arti, kami menuntut gaji Rp 100 ribu per hari, THR satu bulan gaji, Jaminan Hari Tua, ektra puding tetap berjalan dan status yang jelas. Karena, status kami katanya mulai tahun 2018 gak jelas, honor tidak, THL tidak, buruh tidak, budak juga tidak. Jadi, pembayaran gaji kami selama ini, (dari) pembayaran barang dan jasa," kata orator aksi unjuk rasa Masron Butar Butar, kepada wartawan di sela-sela aksi unjuk rasa.
Dia mengatakan, upah yang mereka terima dari Pemko Pematangsiantar selama bekerja hanya Rp 1,5 juta per bulan ditambah biaya puding Rp 19 ribu per hari.
"Kalau gaji pokok Rp 1,5 jutanya satu bulan, plus ektra puding. Kalau ektra puding ini, kami teken dulu Rp 20 ribu. Dan beberapa tahun, akhir ini, jadi Rp 19 ribu per hari,” beber Masron.
Dari negosiasi yang dilakukan, menurut Masron, pihaknya akan menerima upah sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK). "Kalau Pemko mengajak negosiasi, maka gaji kami terima bulan tiga, gajian di bulan empat sesuai UMK Rp 2,6 juta untuk lajang dan Rp 2,8 juta untuk yang berkeluarga," pungkas Masron.
Pantauan SIB, massa sempat bertahan hingga pukul 15.00 WIB. Mereka mendirikan tenda- tenda di atas trotoar di depan kantor Wali Kota Pematangsiantar sembari menunggu kedatangan Wali Kota Pematangsiantar dr Susianti. Bahkan, para pengunjuk rasa juga mengancam menurunkan sampah yang bau dari truk yang mereka parkir di depan balai kota.
Setelah beberapa kali dilakukan negosiasi antara pengunjuk rasa dan Sekda Kota Pematangsiantar, Junaedi Sitanggang SSTP MSi, akhirnya perwakilan pengunjuk rasa bersedia duduk bersama, untuk menuangkan kesepakatan di dalam rapat dengan sejumlah perwakilan Pemko Pematangsiantar, untuk mengambil langkah-langkah dan solusi terbaik atas tuntutan para pengunjuk rasa.
Sekira pukul 15.30 WIB, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Tampak juga sejumlah personel kepolisian berjaga-jaga mengamankan situasi arus kendaraan lalulintas yang mengalami kemacetan akibat adanya aksi unjuk rasa.
Terpisah, Kepala DLH Pematangsiantar, Dedy Tunasto Setiawan SH saat diwawancarai mengatakan , jumlah petugas kebersihan yang terdata sebanyak 226 orang. Mereka tersebar di seluruh wilayah kerja DLH Pemko Pematangsiantar.
Terkait status para pekerja kebersihan, Dedy mengatakan sampai saat ini mereka adalah Tenaga Harian Lepas (THL). Diakuinya, selama ini, upah yang diberikan Rp 50 per hari ditambah Rp 19 ribu per hari sebagai uang ektra puding.
"Insyaallah, mudah-mudahan bulan depan dinaikkan menjadi Rp 70 ribu ditambah Rp 19 ribu. Kalau ektra puding itu sudah ketetapan Menteri Keuangan, tidak bisa kita robah itu,” kata Dedy.
Soal tuntutan Jaminan Hari Tua (JHT) yang disuarakan pengunjuk rasa, Dedy Tunasto mengatakan hal itu nanti akan dibahas Pemko nantinya.(**)


SHARE:
Tags
beritaTerkait
Massa Gemuruh Protes Penyaluran Bansos ke Kantor Wali Kota Pematangsiantar
Puluhan Emak-emak dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Pematangsiantar, Ini Tuntutannya
Lahannya Diokupasi, Puluhan Emak-Emak Datangi kantor Wali Kota Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru