Sesalkan Pelarangan Mudik, Organda Labusel : Seharusnya Prokes yang Diperketat


308 view
Sesalkan Pelarangan Mudik, Organda Labusel : Seharusnya Prokes yang Diperketat
Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon
PARKIR DI GUDANG : Sedikitnya belasan bus milik PT Chandra terparkir di gudang Jalinsum Kampung Bedagai Kelurahan Kotapinang, terkait larangan mudik, Jumat (7/5/2021). 
Kotapinang (harianSIB.com)
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menyesalkan keputusan pemerintah terkait larangan mudik lebaran tahun 2021.

Keputusan tersebut dinilai membebani pengusaha jasa transportasi, terlebih para sopir. Apalagi di tengah minimnya pendapatan selama pandemi Covid-19 melanda.

"Semestinya menjelang Idul Fitri seperti sekarang ini pengusaha angkutan dan para sopir mendapatkan penghasilan lebih untuk menghadapi lebaran. Namun saat ini mereka lesu, karena tidak ada penghasilan. Belum lagi cicilan kendaraan dan lainnya harus tetap dibayar," kata Ketua DPC Organda Kabupaten Labusel, Abdullah MN Situmorang kepada wartawan, Jumat (7/5/2021).

Dikatakan, untuk mencegah penularan Covid-19, seharusnya tidak dengan melakukan pelarangan mudik dan penyekatan kendaraan di berbagai daerah. Menurutnya, antisipasinya cukup dengan memperketat penerapan protokol kesehatan di setiap daerah.

"Sejak kemarin sudah tidak ada lagi penumpang. Seluruh armada darat di Kabupaten Labusel sudah parkir. Keputusan menutup akses transportasi ini berat sekali, tidak ada kebijakan sedikit pun untuk pengusaha. Kami sudah berbuat tetapi buntu semua. Melarang mudik dan menyekat kendaraan sangat membebani masyarakat, terlebih sopir angkutan. Mereka mau kerja apa dalam waktu sesingkat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghadapi Lebaran," katanya.

Abdullah pun meminta pemerintah memberikan solusi untuk mengatasai keresahan para pengusaha angkutan dan sopir. Menurutnya, harus ada stimulus untuk mengganti kerugian para sopir dan pengusaha angkutan.

"Hidup para sopir sudah pas-pasan, sekarang mereka semakin melarat. Pemerintah harus memberikan stimulus khusus kepada sopir. Anak istri mereka mau makan apa lebaran nanti," katanya.

Pantauan wartawan, puluhan bus milik PT Chandra terlihat terparkir di dalam gudang Jalinsum Lingkungan Kampung Bedagai Kelurahan Kotapinang. Sejumlah sopir dan kernet terlihat lesu dan bingung.

"Sebagian sopir masih ada yang tertahan di Medan karena tidak bisa balik. Mereka terpaksa menumpang truk yang melintas ke arah Kotapinang agar bisa kembali berkumpul dengan keluarganya saat lebaran,"kata Edi, sopir bus.(*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com