Setelah Makan dan Minum, Wali Kota Harap Pembelian Sepatu Dinas Juga dari UMKM


210 view
Setelah Makan dan Minum, Wali Kota Harap Pembelian Sepatu Dinas Juga dari UMKM
Foto: Ist/harianSIB.com
Bobby Nasution saat membuka Rapat Koordinasi Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM (KUMKM) di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Selasa (12/4).

Medan (SIB)

Setelah makan dan minum, Wali Kota Medan Bobby Nasution berharap pembelian sepatu di lingkungan Pemko Medan juga menggunakan hasil produk dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini sebagai upaya membangkitkan kembali para penggiat UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.


“Pengadaan makan dan minum di lingkungan Pemko Medan saat ini sudah menggunakan produk UMKM. Saya berharap tahun depan, pembelian sepatu dinas juga menggunakan produk UMKM,” kata Bobby Nasution saat membuka Rapat Koordinasi Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM (KUMKM) di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Selasa (12/4).


Terkait itu, Bobby Nasution mengusulkan agar pengadaan pakaian dinas yang setiap tahun dianggarkan bisa dialokasikan untuk pembelian sepatu dinas dari pelaku UMKM. “Jangan setiap tahun beli pakaian dinas terus, kalo bisa dialokasikan untuk pembelian sepatu dinas, bisa itu sepatu resmi maupun kets,” ungkapnya.


Dengan langkah yang dilakukan ini, orang nomor satu di Pemko Medan berharap agar industri sepatu yang dihasilkan pelaku UMKM bisa maju dan berkembang. Oleh karenanya Bobby Nasution minta kepada Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan segera mendaftarkan kelompok-kelompok usaha sepatu yang ada dalam E-Katalog.


Selanjutnya, Bobby Nasution dalam rapat koordinasi yang turut dihadiri Dra Enny Nuriani Nasution dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan, Unggul L Sitanggang dari Dinas UKM Provinsi Sumut, Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Setdako Medan Khairul Syahnan serta pimpinan OPD dan Camat se-Kota Medan menyebutkan, masalah pendataan KUMKM sangat penting dilakukan.


Selain itu, lanjut Bobby, pengklasifikasian kategori UMKM seperti apa yang dimaksud dengan ultra mikro, mikro, kecil dan menengah harus dilakukan dengan kuat dan menyeluruh. Dengan demikian kategori UMKM di masing-masing wilayah harus sama dan selaras sehingga Pemko Medan memiliki basis data yang kuat.


Guna mendukung terciptanya basis data yang kuat tersebut, Bobby meminta kepada jajaran kecamatan dan kelurahan turut membantu Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan mendata warganya yang memiliki usaha di wilayahnya masing-masing. Hal ini, imbuhnya, guna mempermudah program pembinaan yang dilakukan, termasuk dalam penyaluran bantuan sehingga tepat sasaran.


Di kesempatan itu, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini juga mengingatkan dan terus mendorong Dinas Koperasi dan UKM agar penggunaan teknologi harus masif dilakukan, terutama dalam kegiatan ekonomi. Diungkapkannya, pelaku UMKM saat ini masih belum banyak yang mengetahui tentang digitalisasi. “Jadi saya minta Dinas Koperasi dan UKM harus banyak melakukan program pengembangan UMKM, terutama digitalisasi,” pesannya.


Sebelumnya, Kadis Koperasi dan UKM Kota Medan Benny Iskandar Nasution dalam laporannya mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan KUMKM melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi (Simdakop) UMKM dengan memberikan user name dan password kepada operator masing-masing kecamatan guna menginput data UMKM dan Koperasi yang ada di wilayahnya masing-masing. (A16/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com