Sholat Ied di Kotapinang Diwarnai Listrik Padam


175 view
Sholat Ied di Kotapinang Diwarnai Listrik Padam
Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon
LISTRIK PADAM: Suasana Salat Ied di Masjid Besar Al Mustafa Kotapinang saat terjadi pemadaman listrik, Selasa (20/7/2021).
Kotapinang (harianSIB.com)

Sholat Idul Adha 1442 H di sejumlah masjid di Kabupaten Labusel, Selasa (20/7/2021) pagi, diwarnai listrik padam.

Seperti yang terjadi di Masjid Besar Al Mustafa, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang. Pemadaman listrik terjadi sesaat menjelang pelaksanaan Sholat Ied, sekira pukul 07.12 WIB.

Kondisi itu menyebabkan suasana masjid menjadi lebih gelap. Tidak hanya itu, sound system dan pendingin ruangan berupa kipas angin serta AC ikut padam.

Beruntung, Badan Kenajiran Masjid (BKM) kemudian segera menyalakan genset. Pelaksanaan ibadah pun akhirnya dapat berjalan tanpa gangguan hingga selesai.

Sholat Ied di masjid peninggalan Kesultanan Kotapinang itu dipimpin Ustad H Najarul Efendi Siregar sebagai Imam dan Ustad Ali Hasan Harahap sebagai Khatib. Tampak di saf makmum sejumlah pejabat di antaranya, Pj Bupati Kabupaten Labusel Alfi Sahriza, Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkab Labusel Hasan Basri Harahap, dan Anggota DPRD Sumut Gandi Faisal Siregar.

Ustad Ali Hasan Harahap dalam tausiahnya menyampaikan, umat Islam sedang diuji dengan berbagai peristiwa terlebih Covid-19. Yang paling menyedihkan kata dia, semestinya saat ini umat muslim, khususnya Indonesia akan melaksanakan ibadah haji.

"Namun pada tahun ini ditiadakan. Karenanya momen ini jangan sekadar seremonial tahunan tanpa perubahan. Semustinya peringatan ini semakin mendekatkan kita terhadap Allah dan menyadarkan kita pentingnya persaudaraan dan kepedulian sesama kita," katanya.

Hakikat kurban, kata dia, adalah perbuatan-perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah. Karenanya, kata dia, perayaan Idul Adha ini semestinya lebih mendekatkan diri umat Islam kepada Allah.

Pelaksanaan Sholat Ied di Masjid Amaliyah, Jalinsum Simaninggir, Kelurahan Kotapinang, pun mengalami gangguan akibat pemadaman listrik. Selama pelaksanaan ibadah, dua kali terjadi pemadaman listrik, yakni menjelang salat dan saat kotbah berlangsung.

Meski demikian, durasi pemadaman terjadi tidak begitu lama, yakni berkisar 1 menit hingga 2 menit. Namun begitu, pelaksanaan ibadah di masjid tersebut tetap khusyuk dan khidmat.

Manager PT PLN Rayon Kotapinang P Siregar yang dikonfirmasi terkait pemadaman itu mengatakan, pemadaman yang terjadi diakibatkan hewan tupai yang koslet tepat di travo di daerah Desa Sisumut yang kebetulan masih satu jalur dengan Kelurahan Kotapinang. Sehingga mengakibatkan terjadi pemadaman saat itu.

"Tadi ada tupai koslet tepat di travo di daerah Sisumut. Kalau untuk pemadaman di Kecamatan Sungaikanan, diakibatkan monyet yang koslet di daerah Martopotan dan daerah PDAM Langgapayung," katanya (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Robert/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com