Sidang Perkara Minerba, Majelis Hakim Minta Terdakwa Tak Manipulasi Data


138 view
Internet
Sidang perkara mineral dan pertambangan (minerba) dengan terdakwa Arih Ersada Ginting, kembali digelar di PN. Lubuk Pakam, Selasa (4/5/2021). Agenda sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Rina Lestari Sembiring SH ini untuk mendengarkan keterangan terdakwa dan bukti surat-menyurat.
Lubukpakam (SIB)
Sidang perkara mineral dan pertambangan (minerba) kembali digelar di Pengadilan Negeri Lubukpakam, Selasa (4/5). Majelis hakim Rina Lestari Sembiring SH memimpin sidang mendengarkan secara daring keterangan terdakwa berinisial AEG dan bukti surat-menyurat.

Dalam keterangannya, terdakwa terkesan memutarbalikkan fakta. Pasalnya, terdakwa AEG mengaku, tidak pernah mengetahui Muspika Sibolangit datang ke lokasi dan tidak tau petugas ESDM datang cek koordinat.

Terdakwa mengaku lahan yang dikeruk merupakan miliknya. Dirinya tidak pernah ada komunikasi dengan Longge Ginting dan tidak pernah komplain. Pada sidang itu juga, terdakwa mengatakan mendapat surat kuasa dari orang tuanya untuk mengusahai/menggali tanah tersebut.

"Memang surat tanah atas nama Katar Ginting (orang tua terdakwa) sudah hilang, sehingga dibuat surat keterangan hilang dari Polrestabes Medan. Lokasi pengorekan yang saya kelola berada di Desa Sembahe, bukan Desa Batu Mbelin," sebutnya.

Atas keterangan dari si terdakwa ini, majelis hakim pun menegaskan agar terdakwa tidak memanipulasi data. Sebab, keterangan terdakwa jelas sangat menyimpang dari kesaksian saksi korban maupun saksi lainnya.

Apalagi, dari keterangan saksi Kepala Desa Sembahe dan Kepala Desa Batu Mbelin, bahwasanya terdakwa telah menggali lahan milik saksi korban Longge Ginting di kawasan Desa Batu Mbelin. Bahkan, sesuai keterangan saksi ahli pada persidangan sebelumnya, diketahui kalau terdakwa menggali di luar titik kordinat.

Majelis hakim juga menyatakan, dalam persidangan terdakwa tidak diperbolehkan hanya membawa bukti surat keterangan hilang saja, tapi harus surat yang asli/sah.

Persidangan tersebut terus dipantau ratusan warga Kecamatan Sibolangit yang merasa resah dengan keberadaan usaha galian C milik terdakwa AEG. Mereka meminta kepada pihak Kejaksaan Pancurbatu dan majelis hakim yang menangani perkara tersebut, harus bersikap arif dan bijaksana.

Untuk memperlihatkan surat tambahan dari terdakwa, termasuk pemeriksaan barang bukti alat berat, majelis hakim mengundurkan sidang, Rabu (5/5). (SS6/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com