Senioren GAMKI St Hamonangan Sinaga Ditahbiskan Jadi Pekerja

Sinode Kerja Gereja Pentakosta Tutup Peluang Intoleransi di Indonesia


499 view
Sinode Kerja Gereja Pentakosta Tutup Peluang Intoleransi di Indonesia
Foto: Sinode Kerja/St Hamonangan Sinaga
TOLERANSI : Ketua Pucuk Pimpinan Gereja Pentakosta Pdt Ev J Simanjuntak didampingi Wakil Ketua Pdt Edgar Siburian menutup Sinode Kerja ke-44 Gereja Pentakosta, Minggu ( 17/7) di Kantor Pusat Jalan Lingga 24 Pematangsiantar ditutup. Bersama Ketua Dewan Pembina Pdt RD Siburian SE, Sekretaris Dewan Pembina Pbs Edwin Siburian SEAk MSi melahirkan rekomendasi memupuk toleransi dan menutup peluang intoleransi. 

Pematangsiantar (SIB)

Sinode Kerja ke-44 Gereja Pentakosta yang diadakan Kamis - Minggu (14 - 17/7) di Kantor Pusat Jalan Lingga 24 Pematangsiantar ditutup. Sebelum penutupan, Ketua Pucuk Pimpinan Gereja Pentakosta Pdt Ev J Simanjuntak bersama Wakil Ketua Pdt Edgar Siburian, Ketua Umum Persatuan Wanita Gereja Pentakosta Pdt EM br Aritonang STh, ketua-ketua daerah di antaranya Pdt Tom Situmorang MTh dari Gereja Pentakosta Sidomulyo Deliserdang, mendoakan sejumlah pekerja gereja yang ditahbiskan. Termasuk mantan Sekretaris GAMKI Deliserdang St Hamonangan Sinaga SPd.


Kepala Humasy St Drs Ev Abel Sirait, Rabu (20/7) menjelaskan, ditahbiskan 11 orang pendeta, 13 orang pendeta muda, 16 orang guru injil, 35 orang sintua dan 21 orang pembela sidang. Bersamaan itu ditahbiskan 12 orang gembala sidang, 3 daerah Pengurus Daerah, 3 ressort Pengurus Ressort dan Pengurus Pusat PWGP yang dilakukan Ketum PWGP Pdt EM br Aritonang STh. “Penahbisan untuk pengerja gereja Gereja Pentakosta di seluruh Indonesia. Gereja Pentakosta berkembang pesat sedemikian rupa. Bahkan di Jakarta, sudah memiliki sejumlah gereja,” ujar jurnalis senior tersebut.


Hal lain, rekomendasi Sinode Kerja Gereja Pentakosta tentang kehidupan keharmonisan sesama umat beragama. “Ada sejumlah peraturan yang disusun di Sinode Kerja dalam mendisiplinkan seluruh pengerja dan keluarga besar, serta jemaat Gereja Pentakosta. Kesepakatan yang dituangkan dalam rekomendasi pun menutup peluang munculnya intoleransi dalam kehidupan berbangsa bernegara di Indonesia bersumber dari agama,” tambah St Ev Abel Sirait didampingi ahli hukum di Gereja Pentakosta Marnaek Tampubolon.


Menurutnya, Ketua Dewan Pembina Pdt RD Siburian dan Pucuk Pimpinan Pdt Ev J Simanjuntak sepaham tentang intoleransi, di mana keluarga besar Gereja Pentakosta harus hidup rukun dengan gereja tetangga dan sesama umat beragama. Di intern, ujarnya, ada kode etik dalam memupuk persaudaraan sebagai pijakan memupuk toleransi sebagai warga negara.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com