Sistem Zonasi PPDB 2021 Dikeluhkan Orang Tua dan Timbulkan Stres Anak


53 view
Foto Dok
Lamsar Siagian
Tebingtinggi (SIB)
Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Tebingtinggi dikeluhkan orang-tua. Pasalnya, akan membatasi anak didik bersaing ke sekolah pilihannya.

"Anak didik berkeinginan sekolah ke SMA Negeri 1, tapi dikarenakan tempat tinggal jauh maka tidak akan bisa. Inilah efek dari Zonasi," kata orang tua murid, Lamsar Siagian saat berbincang-bincang dengan hariansib.com, Kamis (10/6), seperti dilansir harianSIB.com.

Dijelaskannya, sistem pendaftaran zonasi yang akan dimulai tanggal 13 Juni ini menimbulkan permasalahan bagi anak didik yang tinggal jauh dari lokasi sekolah. Dimana diketahui di Tebingtinggi ada 4 SMA yakni, SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 ada di Kecamatan Rambutan, dan SMA 4 di Kecamatan Padang Hulu.

"Saya tinggal di Kecamatan Bajenis, sudah pasti jauh dari lokasi sekolah. Jika dilihat dari Zonasi sudah pasti tidak masuk. Hal ini juga bisa menimbulkan stres anak," ungkapnya.

Lanjutnya, dengan penerapan sistem zonasi, maka hak-hak anak untuk memilih sekolah keinginannya terampas dan tidak bisa menuntut ilmu di sekolah pilihannya.

"PPDB sistem zonasi rampas hak anak. Ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemprov Sumut khusus Dinas Pendidikan, Pemko Tebingtinggi dan DPRD," harap Lamsar.

Selain merampas hak anak, Lamsar juga mengatakan, perekonomian orang tua yang kategori penghasilannya pas-pasan bisa mengakibatkan si anak tidak melanjutkan jenjang pendidikannya.

"Untuk bersekolah di swasta, orang tua akan berpikir dua kali, karena kemampuan uang terbatas. Apalagi saat ini ditengah pandemi Covid-19," katanya. (R4/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com