Soal BLT dan Dana Covid-19 Tidak Terlaksana, Inspektorat Nisel Disebut Permainkan Laporan Warga


507 view
Soal BLT dan Dana Covid-19 Tidak Terlaksana, Inspektorat Nisel Disebut Permainkan Laporan Warga
Foto: Ist/harianSIB.com
Inspektorat Kabupaten Nias Selatan
Nias Selatan (SIB)
Inspektorat Nias Selatan (Nisel) dinilai kurang serius menindaklanjuti laporan warga Desa Sifalago, Kecamafan Huruna, sebab setahun lebih dugaan penyelewengan dana desa TA 2022 belum diproses dengan serius padahal sudah dibahas di DPRD.
Perwakilan warga Sifalago, Seprianus Halawa, Kamis (1/2) kepada Koran SIB menjelaskan, Inspektorat Nisel terkesan hanya berjanji tanpa memproses penyalahgunaan dana desa yang tidak tepat penggunaannya.
"Kami warga mulai gerah dengan Inspektorat. Ini salah satu tindakan mencoreng pemerintahan daerah. Bila masalah di desa kami tidak diproses, dengan berat hati kami akan datang beramai -ramai akan melaporkan ke aparat hukum," jelasnya seraya mengatakan, ratusan warga sudah menggalang tandatangan soal kasus itu.
Inspektorat diduga hanya membuang buang waktu dengan memanggil kepala desa namun tidak ada hasil, dan warga sangat meragukan niat Inspektorat memprosesnya. "Kami juga akan mendatangi bupati," katanya.
Seprianus mengatakan, Kepala Desa Sifalago Sozanolo Halawa diduga menyelewengkan dana desa TA 2022 pada sejumlah kegiatan antara lain, bantuan langsung tunai (BLT) untuk 106 keluarga Rp 95 juta belum dibayarkan, dana Covid-19 Rp 82 juta dicairkan dari rekening namun tidak dilaksanakan semuanya. Lalu dana ketahanan pangan Rp 102 juta dicairkan namun belum dilaksanakan.
Kemudian dijelaskan, kepala desa tidak membayarkan tunjangan perangkat desa. "Kepala Desa Sifalago juga belum mempertanggungjawabkan realisasi APBDes TA 2022, sehingga hal itu mempengaruhi pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat saat ini.
Seprianus menambahkan, meski beberapa bulan lalu DPRD Nisel telah melakukan RDP dengan dihadiri Inspektorat Nisel, namun belum ada penanganan serius hingga kini.
Kepala Inspektorat Nisel melalui Inspektur Pembantu I, Atuloo Baene SH saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya sudah memanggil kepala desa minggu lalu.
"Sudah menghadiri panggilan pertama. Untuk panggilan kedua nantinya kita minta semua dokumen terkait aduan masyarakat diserahkan ke kita. Terkait hasil auditnya belum bisa saya jelaskan," kata Atuloo sembari mengatakan, pihaknya serius memproses. Hanya terkadang banyak tugas lain yang juga mendesak dikerjakan.
Sebelumnya, Kepala Desa Sifalago Sozanolo Halawa mengaku sudah dipanggil Inspektorat, tetapi ia belum bersedia menjelaskan soal laporan warga. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com