Srikandi PP Kota Binjai Soroti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak


1.301 view
Srikandi PP Kota Binjai Soroti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Foto Dok
Cut Cinta Dewi Mpd
Binjai (SIB)
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seolah-olah menjadi suatu cerita yang tak pernah berakhir, terlebih di masa pandemi Covid-19. Dilansir dari data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat drastis.

Sebelumnya, kasus pelecehan terhadap perempuan berusia 14 tahun di Kota Binjai pada pertengahan Desember 2021 lalu menjadi keprihatinan publik. Seorang pria berinisial H (50) di Kota Binjai, ditangkap polisi, karena mencabuli bocah perempuan 14 tahun berinisial MPA. Selain itu, dia juga diduga menyuruh korban bekerja menjadi badut jalanan.

Situasi ini lah yang menjadi sorotan Ketua Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Binjai Cut Cinta Dewi MPd. Dirinya mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyuarakan suara perempuan, terutama bagi mereka yang sedang termarjinalkan.

“Sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Binjai, maka ini merupakan tanggung jawab dan amanah yang mana perempuan dan anak harus dilindungi,” katanya kepada wartawan, Sabtu (8/1).

Wanita yang terpilih menjadi Ketua Srikandi PP Kota Binjai periode 2021-2024 itu mengungkapkan, seringkali korban kekerasan, baik itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun pelecehan seksual bagi perempuan atau anak, tidak melapor ke pihak berwenang. Penyebabnya ada beberapa faktor seperti malu diketahui orang lain atau keluarga dan takut menjadi aib. Menghadapi situasi tersebut, pihaknya melalui Srikandi PP Kota Binjai siap melakukan konseling kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak.

“Tidak hanya sekadar mengedukasi tetapi sampai tingkat advokasi, karena korban-korban ini kan psikisnya juga sampai terganggu,” ujar wanita berkacamata ini. Pihaknya juga akan memberdayakan kader-kader yang ada Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Anak Ranting untuk melakukan sosialisasi terkait program itu.

Menurutnya, salah satu dibentuknya Srikandi Pemuda Pancasila (PP) berdasarkan keprihatinan Pemuda Pancasila melihat peran perempuan di Indonesia yang masih belum banyak terlihat. Padahal, kata wanita yang akrab disapa Icut ini, tidak sedikit perempuan di Indonesia yang bisa dan mampu menjadi 'pahlawan' di bidangnya masing-masing.

"Kita perlu menunjukkan kehadiran perempuan harus menunjukkan bukan hanya sebagai pelengkap, tapi juga harus menunjukkan peranan perempuan disegala bidang," pungkasnya.(MI/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com