Stok Vaksin di Daerah Habis, Puan: Pemerintah Harus Gerak Cepat


169 view
Stok Vaksin di Daerah Habis, Puan: Pemerintah Harus Gerak Cepat
Istimewa
Puan Maharani
Jakarta (SIB)
Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah memastikan ketersediaan vaksin Covid-19. Ia berharap dengan ini proses vaksinasi yang sudah berjalan di sejumlah daerah tidak terhenti karena alasan vaksin habis.

Menurutnya, percepatan vaksinasi gratis yang digencarkan pemerintah saat ini harus dibarengi dengan ketersediaan vaksin yang tidak boleh putus.

"Saya mengapresiasi antusiasme yang tinggi masyarakat untuk divaksin. Bahkan saya mendapat laporan ada sebagian masyarakat yang sampai mengejar vaksinasi keliling, begitu tahu vaksin di puskesmas setempat habis. Antusiasme masyarakat seperti ini jangan sampai surut hanya karena vaksin di daerahnya habis," kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7).

Sebagaimana diketahui, sejumlah kepala daerah melaporkan stok vaksin yang menipis atau bahkan habis seperti di Provinsi Sulawesi Utara, Riau, Sumatera Barat, NTB dan NTT. Selain itu, beberapa daerah juga diketahui sudah menghentikan vaksinasi karena stok vaksin habis dan belum dikirim lagi oleh pemerintah pusat.

Puan menilai antusiasme masyarakat untuk divaksin perlu terus dirawat agar target vaksinasi 180 juta warga bisa segera terlaksana dan Indonesia bisa cepat mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

"Semua kita pasti rindu kembali bekerja, belajar, beribadah dan merayakan hari raya seperti biasa," jelasnya.

Terkait pengadaan vaksin, Puan menyebutkan Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar pemerintah daerah (pemda) cepat menghabiskan stok vaksin. Menanggapi hal tersebut, ia menilai hal ini harus diimbangi juga oleh gerak cepat pemerintah pusat dalam mendatangkan sebanyak-banyak vaksin.

"Ketika stok vaksin di daerah habis, vaksin dari pusat harus segera dikirim. Jangan sampai ada jeda," tegas Puan.
Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini pun meminta pemerintah untuk terus berupaya mendatangkan vaksin dengan segala cara. Baik melalui kerja sama multilateral maupun bilateral. Dengan begitu, ia berharap ketersediaan vaksin di dalam negeri dapat terus terpenuhi.

"Pemda sudah menjalankan perintah Presiden agar vaksin dihabiskan dan tidak ada lagi stok. Tinggal sekarang pemerintah yang harus gerak cepat untuk mendatangkan vaksin," ujar Puan.

"Jadi pemerintah pusat yang mendatangkan vaksin harus kejar-kejaran dengan pemerintah daerah yang melaksanakan vaksinasi," imbuhnya.

Sebagai informasi, Puan sebagai Ketua DPR RI juga ikut melakukan lobi-lobi pengadaan vaksinasi lewat forum-forum parlemen internasional. Hal ini dilakukannya untuk membantu pemerintah mendatangkan vaksin dari luar negeri.

Ia menyebutkan sejumlah forum yang diikuti antara lain Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly pada 24-28 Mei 2021, World Conference of Speakers of Parliament pada 22 Februari 2021 dan 12 April 2021, dan sejumlah pertemuan bilateral dengan pimpinan parlemen negara lain, seperti Korsel dan China.

Pada konferensi virtual IPU Assembly yang berlangsung Mei lalu, Puan mengatakan bahwa upaya yang dilakukannya menjadi bagian dalam solidaritas global.

"Ini adalah waktu untuk solidaritas global. Negara dengan surplus vaksin perlu membantu dan membagikan vaksinnya untuk negara yang membutuhkan," pungkasnya. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com