Sumut Darurat Narkoba, Peringkat Pertama di Indonesia

* Edy Rahmayadi Keluarkan Pergub Untuk Berantas Narkoba

298 view
Sumut Darurat Narkoba, Peringkat Pertama di Indonesia
Foto Istimewa
Safruddin Nasution
(SIB)
Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut Safruddin Nasution SH MHum mengatakan Sumut darurat narkoba, karena itu perlu penanganan serius dari semua pihak. Bahkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah mengeluarkan Pergub pengganti Perda No 1 tahun 2019 tentang narkoba demi menyelamatkan anak bangsa.

Hal itu dikatakan Safruddin kepada SIB, Selasa (18/5) terkait peredaran narkoba di Sumut yang saat ini peringkat pertama di seluruh Indonesia.

Dijelaskan, Kesbangpol akan bekerjasama dengan BNN untuk melakukan langkah-langkah dengan memanfaatkan waktu yang tersisa tahun 2021, walau anggaran belum ada, tetapi direncanakan akan dianggarkan dari APBD, sehingga di tahun 2022 hingga 2023 Sumut bisa keluar dari zona terbesar dengan target di bawah urutan nomor 10.

Memang diakuinya sulit untuk melakukan hal itu, mengingat Sumut merupakan perlintasan peredaran narkoba. Dan pintu masuk narkoba mulai dari Pantai Timut hingga ke perbatasan Aceh dan Riau.

"Karena itulah selama ini banyak ditangkap narkoba di Sumut dengan jumlah besar, karena perlintasan peredaran narkoba.

Untuk itu kita tidak tinggal diam kita harus menjaga warga Sumut, dengan melakukan langkah-langkah perlawanan peredaran narkoba, kita harus bertarung dengan mafia narkoba di mana mereka terus memperluas pasar dengan mencari korban baru," katanya.

Untuk itu Pemprov Sumut melalui Kesbangpol melakukan langkah-langkah positif kepada masyarakat. Sehingga masyarakat betul-betul sadar dan memahami tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya di kota, tetapi juga ke desa-desa, karena dengan keluarnya Pergub itu sudah bisa menjadi landasan Pemprov dan kabupaten/kota mengambil dana dari APBD untuk mendukung melindungi masyarakat dari penggunaan narkoba.

Lebih jauh ditambahkannya, saat ini pengedar narkoba telah menargetkan generasi muda khususnya pelajar, jadi kalau generasi bangsa sudah rusak, maka akan sulit memilih pemimpin bangsa karena semua sudah rusak.

Ke depan, tambahnya Kesbangpol akan melakukan tes urine secara dadakan di masyarakat dan sekolah-sekolah, tentu bekerjasama deng BNN. Dengan tujuan membangun sikap masyarakat bahwa ada dadakan untuk mentes urine setiap hari.
"Ada budaya takut menggunakan narkoba karena ada yang tiba-tiba datang ke rumah dan sekolah untuk tes urine, memang tidak dibawa ke ranah hukum walau terbukti mengkonsumsi narkoba tetapi dilakukan rehap," tutupnya. (A13/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com