Sumut Jadi Salah Satu Provinsi Terbaik Kendalikan Inflasi

* Edy Rahmayadi Beberkan Rahasianya ke Kepala Daerah se-Indonesia

204 view
Sumut Jadi Salah Satu Provinsi Terbaik Kendalikan Inflasi
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
MEMAPARKAN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan ‘Best Paractice Pengendalian Inflasi’ kepada Kepala Daerah se-Indonesia dalam rapat pengendalian inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui zoom di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Senin (5/12). 

Medan (SIB)

Pemprov Sumut menjadi salah satu provinsi terbaik kendalikan inflasi. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan formulanya ke Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Indonesia.


Ada tiga Pemerintah Daerah (Pemda) yang diapresiasi Kementerian Dalam Negeri untuk Best Paractice Pengendalian Inflasi yaitu Pemprov Sumut, Kota Tarakan dan Kabupaten Tabalong.


Sumut jadi satu-satunya provinsi yang memaparkan kiat-kiat menjaga inflasi di tengah perekonomian global yang sedang sulit.


Kuncinya menurut Edy Rahmayadi adalah pentingnya memahami suatu daerah secara komperhensif, komunikasi yang baik antar-Pemda dan melibatkan Forkopimda.


Selain itu pemantauan harga dan ketersediaan barang juga harus dilakukan terus menerus, agar bisa mengambil keputusan yang tepat dan cepat.


"Penyebabnya klasik, beras, cabai merah, bawang putih, transportasi, bensin, jadi mana yang masuk kategori rawan kita lakukan intervensi dan itu butuh komunikasi kuat antar-Pemda dan Forkopimda," kata Edy Rahmayadi saat memaparkan Best Paractice Pengendalian Inflasi melalui zoom ke Kepala Daerah se-Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Senin (5/12).


Inflasi Sumut pada November tercatat sebesar 5,03 persen (yoy) dengan deflasi 0,13 sedangkan untuk tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) 4,55 persen.


Harga pangan dinilai paling berpengaruh pada inflasi Sumut dan harga yang sangat fluktuatif.


"Ada 11 komoditas punya andil pada inflasi kita, tetapi yang paling signifikan cabai merah 44,24 persen, bawang merah 24,34 persen dan cabai rawit 31,2 persen karena itu perlu dipantau setiap hari," kata Edy.


Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memuji langkah Edy Rahmayadi mengendalikan inflasi.


Ada 10 Provinsi yang dinilai berhasil menjaga tingkat inflasi (yoy) nya antara lain Gorontalo (5,41 persen), Sulbar (5,36 persen), Banten (5,34 persen), Kepri (5,26 persen), Kaltara (5,24 persen), Sumut (5,03 persen), Papua Barat (4,70 persen), Sulut (4,30 persen), DKI (4,11 persen) dan Maluku Utara (3,26 persen).


Sumut salah satu yang terbaik dengan jumlah populasi dan banyaknya kabupaten/kota.


"Sangat bagus apa yang dilakukan Pak Edy di Sumut ada 33 kabupaten/kota dan itu sangat tidak mudah, mudah-mudahan bisa menjadi masukan untuk daerah lain," katanya.


Kepala Badan Pangan Nasional RI Arief Prasetyo mengatakan bahan pangan yang sulit dipenuhi hampir seluruh wilayah Indonesia adalah gula pasir dan bawang putih.


Untuk itu dia meminta agar Sumut mempererat kerja sama dengan Bulog agar inflasi bisa terus ditekan.


"Sangat baik apa yang dilakukan Pak Edy di Sumut kalau gula pasir dan bawang putih mayoritas daerah kita memang impor, untuk menjaga inflasi Sumut bisa koordinasikan dengan Bulog kita," kata Arief Prasetyo.


Kegiatan itu juga dihadiri Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa secara virtual dan jajaran Menteri Dalam Negeri.


Sementara di Aula Tengku Rizal Nurdin hadir hampir seluruh Bupati/Wali kota se-Sumut dan OPD terkait Pemprov Sumut. (A13/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com