Susupi Anak-anak, Ketua DPRD SU Serukan Seluruh Elemen Masyarakat "Perangi" Narkoba


141 view
Susupi Anak-anak, Ketua DPRD SU Serukan Seluruh Elemen Masyarakat "Perangi" Narkoba
Foto: SIB/Firdaus Peranginangin
TERIMA:  Ketua DPRD Sumut Drs  Baskami Ginting didampingi Wakil Ketua Dewan  Rahmansyah Sibarani menerima kunjungan Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi)  Brigjen Toga H Panjaitan, Selasa (21/9/2021), di DPRD Sumut.
Medan (harianSIB.com)

Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat bersama-sama "memerangi" narkoba yang peredarannya semakin mengganas, karena sudah menyusupi anak-anak dan remaja di daerah ini.

"Peran semua pihak, baik ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas sangat penting menjadi benteng untuk memerangi peredaran narkoba. Kita semua harus bisa menjadi penyuluh di lingkungan masing-masing," kata Baskami Ginting, didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani saat menerima kunjungan Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Brigjen Toga H Panjaitan, Selasa (21/9/2021), di DPRD Sumut.

Menurut Baskami, saat ini narkoba diedarkan dengan berbagai modus, sehingga semua pihak harus waspada, karena ada yang dikemas seperti permen untuk menjerat anak-anak agar terjerumus ke benda barang terlarang tersebut.

Bahkan Baskami mendorong upaya rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba, guna mengembalikan potensi manusiawi pecandu ketimbang harus mendekam di balik jeruji besi.

"Bagi saya, upaya rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba lebih manusiawi daripada harus di penjara. Upaya rehabilitasi ini mampu mengembalikan pengguna hidup di tengah masyarakat. Lain hal dengan para pengedar maupun bandar yang harus tegas ditindak, bila perlu hukuman mati," katanya.

Sementara itu, Brigjen Toga H Panjaitan menjelaskan, fenomena baru penyebaran narkoba kepada kaum remaja dan anak-anak saat ini sangat rentan melalui warnet.

"Kami merazia dua belas anak yang bermain game online di warnet, sebelas di antaranya positif dan sisanya negatif. Di tempat lain, 13 anak dites dan 12 orang positif," jelasnya.

Menurut Toga, anak-anak maupun remaja tersebut cenderung hidup di bawah garis kemiskinan dan keluarga yang tidak memiliki kepedulian.

"Ketika ditanya apa alasan anak-anak tersebut memakai narkoba, jawabnya sangat mengejutkan, agar tetap prima, tidak gampang capek dan bersemangat. Ini merupakan hal yang salah dan sangat membahayakan," katanya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com