Tak Ada Formasi di PPPK, Guru Honorer Bahasa Inggris di Karo Merintih


2.039 view
Tak Ada Formasi di PPPK, Guru Honorer Bahasa Inggris di Karo Merintih
(Dok. JawaPos.com)
ILUSTRASI. P2G meminta untuk para guru honorer peserta tahap 1 yang lolos passing grade seleksi PPPK namun tidak ada formasi dapat langsung lulus. 

Kabanjahe (SIB)

Guru honorer dengan latar belakangan pendidikan jurusan Bahasa Inggris yang tersebar di puluhan SD dan SMP se Kabupaten Karo merasa sedih dan mengeluh. Pasalnya, meski masing-masing guru honorer itu telah terdaftar dan terdata di Dapodik Kementerian Pendidikan, namun belum dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui seleksi yang sudah dilaksanakan.


Hal ini dikarenakan formasi dari latar belakang pendidikan Bahasa Inggris di Kabupaten Karo tidak ada dibuka.


Sementara, di antara puluhan guru honorer dengan jurusan Bahasa Inggris tersebut, sudah ada yang mengabdikan dirinya menjadi guru honorer kisaran 20-25 tahun. "Kami sangat sedih," ujar Antonius Brahmana (55) salah satu guru honorer SDN Sada Perarih yang memiliki latar belakang pendidikan ijasah S1 Bahasa Inggris.


Ia menyebut, rekrutmen PPPK di Kabupaten Karo dinilai tidak tepat sasaran serta tidak memihak kepada guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun. " Bagi kami, khususnya guru honorer yang berijazah Bahasa Inggris di Karo, kenapa tidak ada dibuka formasi, sehingga, kami tidak diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian PPPK," keluhnya.


Menurutnya, guru honorer dengan masa pengabdian 3 tahun ke atas sudah sewajarnya diangkat menjadi ASN maupun PPPK. "Tapi nasib kami sangat menyedihkan," katanya.


Guru honorer lainnya, Revina (41) yang mengajar di SD Kineppen, menyebut dirinya sudah mengabdi puluhan tahun. "Saya guru honorer yang berijajahkan S1 Sastra Inggris. Pada Dapodik, saya terdaftar sebagai guru kelas, sehinggga nomor peserta ujian PPPK sudah keluar, namun kami sangat sayangkan formasi untuk guru Bahasa Inggris tidak dibuka di Karo," ujarnya.


Harapannya, mereka dapat diangkat menjadi ASN atau melalui program PPPK yang mengutamakan guru honorer yang sudah mengajar bertahun tahun.


Menanggapi itu, Kadis Pendidikan Kabupaten Karo, Eddy Surianta Karo Karo, menampik apabila disebut pilih kasih atau tidak perduli dengan nasib guru honorer.


Ia menyebut, bahwa Kabupaten Karo tidak membuka formasi guru Bahasa Inggris untuk PPPK karena merupakan quota dari kementerian pusat. "Yang menentukan formasi kan langsung dari pusat, kita hanya ikut aturan saja," katanya.


Dijelaskannya, penentuan formasi itu oleh kementerian, berdasarkan Dapodik di Kabupaten Karo. "Jadi di sistem itu, atau pada Dapodik, guru Bahasa Inggris sudah lebih di Kabupaten Karo," ujarnya. (B1/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com