Tanah Puncak 2000 di Karo Tidak Semuanya Tanah Adat


197 view
Tanah Puncak 2000 di Karo Tidak Semuanya Tanah Adat
(Foto/SIB/Dok)
Kasman Tarigan Alias Batu Tarigan saat diwawancarai di Kabanjahe, Selasa (7/9).
Karo (SIB)
Lahan yang terletak di kawasan puncak 2000, Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo yang sudah dibeli oleh Mujianto selaku Direktur PT Bibit Unggul Karoobiotek (BUK) hangat diperbincangkan di Karo.

Pasalnya lahan yang luasnya berkisar 125 hektare di puncak 2000 itu berada di wilayah Desa Kacanimbun, Kecamatan Tigapanah merupakan sebagian tanah adat dan tanah milik masyarakat. Sehingga tanah di puncak 2000 tidak semuanya tanah adat.

Hal tersebut disampaikan Kasman Tarigan Alias Batu Tarigan (71) warga Desa Kacinambun, Kecamatan Tigapanah kepada wartawan, Selasa (7/9) di Kabanjahe. Hal itu ditanggapi dengan adanya masyarakat yang mengklaim bahwa tanah milik PT BUK di Puncak 2000 Siosar tersebut merupakan tanah adat/ulayat Desa Kacinambun.

Dijelaskannya, tanah tersebut awalnya dijual kepada Kongsi Tarigan pada tahun 1980 lalu. Kemudian Kongsi Tarigan menjualnya kembali kepada Taher. Selanjutnya dijual kepada Mujianto hingga saat ini.

Didalamnya ada juga ikut dijual tanah milik Almarhum Kuasa Tarigan, Almarhum Gepong Tarigan, Almarhum Cukup Ginting dan Almarhum Morah Perangin-angin.

“Yang ikut kami jual itu merupakan tanah warisan dan bukan tanah adat dan tidak ada masalah sama sekali,” kata Kasman.
Ia menambahkan, sewaktu dilakukan penjualan lahan itu, ditandatangani dengan akta Camat Tigapanah Liwan Tarigan pada tahun 1980 dan diketahui oleh Kepala Desa Kacinambun, Langit Tarigan pada saat itu dan sekarang sudah almarhum.
Juga ikut serta Simantek Kuta Kacinambun, Perangin-angin mergana, Kalimbubu Ginting mergana dan anak beru Tarigan mergana.

"Ahli waris simanteki kuta mengetahuinya dan saya tidak setuju tanah itu disebut tanah adat, karena sebagian di dalamnya tanah masyarakat," ujar Tarigan.

Ia menjelaskan adapun ahli waris dari simanteki Kuta masing-masing almarhum Pa Gening Perangin-angin keturunannya Udin Perangin-angin,Tanding Perangin-angin, Bapa Model Perangin-angin, Mangat Perangin-angin dan Tegun senina Gantin perangin-angin. Sedangkan anak beru kuta, Kasman Tarigan, Matius Tarigan dan Kalimbubu Taneh Pen Ginting, Risman Ginting."Semuanya mengetahui masalah tanah itu," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, tanah yang dijual kepada Mujianto sah dan resmi oleh anak kampung Desa Kacinambun, Kecamatan Tigapanah melalui panitia yang dihunjuk oleh masyarakat berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat "Penjualan lahan kepada Mujianto itu bukan di bawah tangan," pungkasnya. (BR2/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com