Tanggulangi Kebakaran, UPT Pemadam Harus Ada di Setiap Kecamatan Seperti DKI Jakarta


116 view
(Foto: SIB/Horas Pasaribu)
BINGKISAN: Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul MA SImanjuntak didampingi stafnya Polo Silalahi memberikan bingkisan berbuka puasa kepada warga ketika melaksananakan sosialsiasi Perda Nomor 6 Tahun 2016, tentang retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran, Sabtu (8/5) di Jalan Pahlawan, Gang Lumumba, Kecamatan Medan Perjuangan. 
Medan (SIB)
Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH mengatakan, sudah selayaknya setiap kecamatan memiliki unit pelayanan terpadu (UPT) Dinas Penanggulangan Pemadaman Kebakaran (P2K) seperti di DKI Jakarta. Tujuannya untuk meminimalkan kerugian yang disebabkan kebakaran. Jika terjadi kebakaran 5 sampai 10 armada pemadam kebakaran sudah sampai di lokasi untuk memadamkan api.

“Wali Kota Medan Bobby Nasution merespon usulan DPRD Medan agar UPT ditambah, mengingat keuangan daerah belum mampu membangun UPT di 21 kecamatan Kota Medan. Meski demikian, wali kota berjanji membangun 3 UPT baru,” kata Paul kepada warga ketika menyosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2016, tentang retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran, Sabtu (8/5) di Jalan Pahlawan, Gang Lumumba, Kecamatan Medan Perjuangan.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, penduduk Kota Medan sudah sangat padat. Hunian warga memiliki banyak gang-gang sempit. Jika terjadi kebakaran sangat sulit menjangkau api, apalagi jarak lokasi kebakaran sangat jauh ditambah macetnya arus lalulintas maka sering armada pemadam lama sampai di lokasi.

Dinas P2K Medan masih memiliki 4 UPT, UPT Wilayah I kantor pusat di Jalan Candi Borobudur, wilayah II sektor Selatan di Jalan Pertahanan Terminal Terpadu Amplas, UPT Wilayah III sektor Utara Jalan Pulau Natuna KIM Mabar dan UPT Wilayah IV Belawan.

“Jumlah UPT itu dirasa masih sangat kurang. Sudah sangat mendesak penambahan UPT. Makanya pada pembahasan anggaran APBD 2021, kami dari Komisi IV mengusulkan penambahan UPT. Usulan kami disetujui dinas terkait dan Wali Kota Bobby Nasution meresponnya,” terang Paul.

Hadir Kadis P2K Albon Sudauruk pada Sosper tersebut bersama sejumlah petugas pemadam seperti Leo Manurung dan Thomas Ginting. Dinas ini mendemosntrasikan di hadapan masyarakat bagaimana memadamkan api jika tabung atau pipa gasi bocor. Kemudian memadamkan kobaran api dengan kain basah dan cara menggunakan racun api.

Albon Sidauruk mengatakan, Perda Nomor 6 Tahun 2016 merupakan tindaklanjut Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang bangunan dan gedung. Perda ini turunan dari UU Nomor 28 Tahun 2001 tentang bangunan dan gedung. Di dalam UU itu diatur, setiap gedung yang digunakan untuk kepentingan umum atau gedung di atas 3 lantai wajib dilengkapi proteksi pemadam kebakaran, tujuannya melindungi masyarakat.

Mantan Camat Medan Baru ini berterima kasih kepada Paul Simanjuntak yang memperjuangkan anggaran pembangunan 3 UPT Pemadam Kebakaran. Pada pembahasan anggaran APBD 2021, Paul sangat ngotot agar dibangun UPT, salah satunya di daerah Dapil III. Sudah ada titik awal untuk pembangunan UPT di dekat persimpangan traffic light Mandala. Kalau ke Mandala, 3 menit akan sampai armada pemadam. Semakin cepat armada datang masyarakat tertolong.

UPT kami yang ada sekarang sangat jauh, tapi oleh wali kota akan dibangun 3 UPT, di Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Helvetia dan Medan Tembung. Lahannya sudah ada, tinggap anggarannya nanti ditampung di PAPBD. Kami juga mengusulkan agar dibangun di Jalan Bilal untuk melindungi Medan Timur dan Medan Perjuangan,” terang Albon.

Albon juga mengatakan akan membentuk relawan pemadam kebakaran yang dibina 5 orang per lingkungan membantu P2K menanggulangi kebakaran. Kelengkapannya seperti baju, sepatu, topi dan sarung tangan akan dilengkapi. Dinas P2K akan melatih sehingga masyarakat mampu dan mau, tahun ini direncanakan ada 24 kelompok dan akan bertambah secara bertahap.

Ia juga mengingatkan masyarakat, jika mencium bau gas di rumah, jangan menghidupkan atau mematikan lampu. Karena saklar bisa memercikkan api, kumpulan gas bisa menimbulkan ledakan dan kebakaran. Pintu dan jendela harus dibuka agar uap gas keluar, jika bau sudah hilang barulah kompor bisa dihidupkan. (A8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com