Tapanuli Utara Status Darurat Bencana Daerah


692 view
Tapanuli Utara Status Darurat Bencana Daerah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Ilustrasi.

Tarutung (harianSIB.com)

Kabupaten Tapanuli Utara ditetapkan dalam status darurat bencana daerah pasca gempa berkekuatan magnitudo 6,0 yang terjadi Sabtu (1/10/2022) dini hari sekira pukul 2.32 WIB.

Status darurat bencana daerah ini berlaku selama tujuh hari sejak 1 Oktober hingga 7 Oktober 2022.

Hal itu disampaikan Bupati Taput Nikson Nababan, Minggu (2/10/2022) di hadapan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Simanjuntak dan Danrem 023/KS Kolonel Inf Dody Triwinarto di Posko Pemkab Taput-TNI-Polri di halaman Kantor Bupati Taput di Tarutung.

Nikson Nababan memastikan pemberlakuan status darurat bencana daerah tersebut ditetapkan dengan terbitnya surat keputusan Bupati Tapanuli Utara.

Pada masa status darurat bencana daerah tersebut Pemkab Taput bersama TNI, Polri melakukan langkah-langkah tanggap darurat berupa evakuasi korban gempa, pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak langsung dan perbaikan fasilitas umum yang masuk kategori ringan.

Ia menjelaskan sekaitan penetapan Tapanuli Utara dalam status darurat bencana daerah maka Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tapanuli Utara membuat surat keputusan bersama yang ditandatangani Bupati Taput, Kapolres, Dandim, Kajari, Krtua PN dan Ketua DPRD untuk penggunaan APBD Tapanuli Utara membantu perbaikan fasilitas-fasilitas umum dan rumah masyarakat yang rusak akibat gempa.

"Akan ada anggaran ditarik dari APBD untuk membantu," sebutnya.

Salah satu kegiatan sebagai realisasi surat keputusan bersama Fokopimda tersebut kata bupati adalah perbaikan pasar sarulla yang terbakar usai gempa terjadi. "Perbaikan dikerja bersama-sama oleh personil TNI, Polri dan Satpol PP. Ada anggaran yang digunakan untuk pembelian material seperti seng," ujar Nikson.

Ia juga menegaskan pekerjaan bersama tersebut merupakan salah satu peran dari didirikannya Posko Bencana Alam Pemkab Taput-TNI-Polri pasca gempa Sabtu (1/10/2022).

Sekaitan itu pula diminta agar Posko tersebut disosialisasikan kepada masyarakat umum dan pemerintah lebih tinggi termasuk nomor rekening Posko agar bantuan-bantuan dapat lebih cepat datangnya.

Bupati berharap pada posisi saat ini maka bantuan yang diberikan bukan lagi berupa bahan makan atau kebutuhan pokok tapi kiranya dalam bentuk bahan banguan atau uang segar untuk dibelanjakan membeli material bangunan memperbaiki fasilitas umum, rumah ibadan dan rumah warga.

Sementara itu Danrem 023/KS Kolonel Inf Dody Triwinarto mengatakan ada 1.280 personil gabungan terpadu yang bekerja di Posko Bencana Alam Pemkab Taput-TNI-Polri untuk bencana gempa Taput.

Dari jumlah personil tersebut sebanyak 400 orang personil unsur TNI yang terdiri dari 3 SSK personil Korem 023/KS dan 100 orang personil Kodim 0210/Tapanuli Utara.

Seluruh personil gabungan bekerja untuk penanganan pasca gempa Taput. (F3)

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com