Terkait Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar, Ephorus HKI Minta Umat Kristen Tidak Terprovokasi

* Bishop GKPI Kutuk Keras Peristiwa Ledakan Bom

355 view
Terkait Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar, Ephorus HKI Minta Umat Kristen Tidak Terprovokasi
(foto:ist/net/mistar)
Ephorus HKI, Pdt Firman Sibarani MTh.
Pematangsiantar (SIB)
Terkait aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan pintu masuk Gereja Katedral Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi. Ephorus Huria Kristen Indonesia (HKI), Pdt Firman Sibarani MTh meminta agar seluruh umat Kristen tidak terprovokasi dengan aksi tersebut.

"Sebagai umat Tuhan Yesus, saya mengajak seluruh umat Kristen tidak terprovokasi. Dan secara khusus, pihak Gereja Katedral Makassar harus mampu memberikan pengampunan bagi kelompok yang bertindak jahat. Dan kita sama-sama berdoa, jangan terjadi lagi hal seperti itu," kata Pdt Firman saat diwawancarai SIB, Minggu (28/3).

Ephorus HKI tersebut juga mendorong seluruh agama bersatu menjaga keharmonisan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan pemahaman pada umat. "Sebagai gereja, kita harus ikut membangun kesatuan bersama antar suku, antar bangsa supaya ada damai sejahtera di negara Republik Indonesia ini," ujarnya.

Terpisah anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Astronout Nainggolan mengatakan, peristiwa tersebut merupakan duka bagi Indonesia. Ia pun tidak lupa mengajak seluruh tokoh dan masyarakat untuk menyerukan rasa nasionalisme di tengah bangsa ini.

"Sesama anak bangsa mari kita membangun kebersamaan di atas keberagaman kebhinnekaan kita," kata politikus PDI Perjuangan itu dan berharap TNI dan Polri sesegera mungkin dapat mengungkap jaringan dan menangkap terduga teroris.

Sementara itu, Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh, mengutuk keras peristiwa ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) pagi dan menilai perbuatan tersebut, tidak berperikemanusiaan dan sungguh disesalkan. Serta mengharapkan, tidak akan terulang lagi tindakan-tindakan tersebut ke depannya.

Lanjutnya kepada SIB, Senin (29/3) melalui telepon seluler, agar seluruh masyarakat dan umat beragama, tetap rukun, damai, menjaga dan memelihara kekondusifan. Selain itu, diharapkannya jemaat untuk tetap tenang, berdoa, tetap dalam persaudaraan dan jangan ada saling curiga antara satu dengan yang lain.

Pdt Oloan Pasaribu juga mengharapkan pihak keamanan dapat segera menangkap, akar/dalang dari tindakan pengeboman yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, yang dinilainya sangat tidak berperikemanusiaan. "Dan biarlah aparat keamananlah yang menyelesaikannya dan kita percayakan sepenuhnya kepada pemerintah dan pihak keamanan dalam, penanganannya," ujarnya. (D8/D3/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com