Tertibkan LO BBM ke SPBU yang Sudah Tutup, Fuel Terminal Sibolga akan Dilaporkan

* Manager Fuel Terminal Wisnu: Ada Kesalahan Penulisan

815 view
Tertibkan LO BBM ke SPBU yang Sudah Tutup, Fuel Terminal Sibolga akan Dilaporkan
(Foto SIB / Marlon)
SPBU di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Pancuran Dewa Sibolga yang sudah lama tidak beroperasi atau sudah tutup. Foto dipetik, Kamis (17/6/2021). 
Sibolga (SIB)
Manajemen Fuel Terminal Sibolga diancam dilaporkan ke Komisaris Utama PT Pertamina dan Kementerian BUMN terkait terbitnya lembar surat pengantar pengiriman atau loading order (LO) BBM Bio Solar B30 masing-masing ke SPBU di Jalan Gatot Subroto Sarudik, Pondokbatu Sibolga dan SPBU di Jalan Mahoni Kelurahan Pancurandewa Sibolga.

Aktivis Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Pembangunan Parningotan dan Janner Silitonga dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (17/6) mengatakan, bahwa LO tersebut diduga permainan mafia bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan manajemen Fuel Terminal Sibolga.

"Kedua SPBU yang tertulis di kolom tujuan sebenarnya adalah tidak ada atau sudah tidak beroperasi lagi sejak lama, sehingga kami menduga permainan para mafia BBM ini juga melibatkan para pejabat di lingkungan Fuel Terminal Sibolga," katanya seraya mengancam dan melaporkan ke Jakarta.

Terpisah, Fuel Terminal Manager Sibolga Wisnu yang dikonfirmasi via telepon seluler menyampaikan bahwa kedua LO tersebut merupakan konsumen industri yang disalurkan melalui skema keagenan oleh PT Indra Angkola Energy.

"Untuk pembayaran, Pertamina menerima pembelian dari agen BBM Industri (dalam hal ini PT Indra Angkola Energy) kemudian menyalurkannya ke konsumen," katanya.

Surat pengantar pengiriman tersebut sudah dicek oleh petugas dan terkait hasilnya asli dan dicetak menggunakan sistem SIOD namun sepertinya ada kesalahan penulisan kata “SPBU” yang seharusnya tertulis “Ship-to party” .

Tujuan dalam LO yang tertulis ke SPBU 857109 (Jalan Gatot Subroto Sarudik Pondokbatu Sibolga) seharusnya 857109 (Asahi Jalan Gatot Subroto Sarudik Pondokbatu Sibolga) dan SPBU 854810 (Jalan Mahoni Kelurahan Pancurandewa Sibolga) seharusnya 854810 (PT Rubikan Jalan Mahoni Kelurahan Pancurandewa Sibolga)
"Menjadi koreksi kita ke depan agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan," katanya.

Menurutnya, pola pendistribusian BBM baik subsidi/nonsubsidi dilakukan setelah konsumen melakukan penebusan/pembayaran ke Bank Persepsi.

Setelah dilakukan pembayaran akan terbit SO (Sales Order) dan LO (Loading Order) sesuai dengan jumlah dan produk yang ditebus oleh konsumen yang prosesnya dilakukan secara otomatis antara sistem bank dengan sistem Pertamina.

Berdasarkan SO/LO yang ada di sistem akan dijadwalkan pengiriman BBM/BBK ke konsumen sesuai dengan kebutuhan.
"Konsumen industri diangkut oleh agen dan transportir industri seperti Indra Angkola, Miduk Arta dan lainnya, sementara untuk konsumen SPBU diangkut oleh PT Elnusa Petrofim dan PT Patraniaga," katanya.

Selanjutnya, tujuan pengiriman BBM sesuai dengan No Ship to yang dipilih/ditulis saat konsumen melakukan pembayaran ke bank (selama di perjalanan sampai kepada konsumen) menjadi tanggung jawab transportir/agen dan semua data penyaluran tercatat dan tersimpan di dalam sistem. (F2/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:SPBU
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com