Tiga Kampus Bahas Optimalisasi PAD Melalui Pajak Daerah Untuk Dairi


161 view
Tiga Kampus Bahas Optimalisasi PAD Melalui Pajak Daerah Untuk Dairi
Foto: Dok/UHN Medan
Webinar: Suasana webinar membahas optimalisasi PAD melalui pajak daerah untuk Dairi, Senin (8/11) lalu.
Medan (SIB)
Tiga universitas swasta terkemuka di Indonesia, yaitu Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta, Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, dan Unika Santo Thomas Medan sukses menggelar webinar bertajuk "Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Daerah" untuk kabupaten Dairi, Sumut, Senin (8/11) melalui platform aplikasi zoom.

Webinar yang melibatkan Pemkab Dairi itu diprakarsai dan dipimpin Engelbertha Silalahi SE, MS, dosen FEB Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta. Peserta yang mendaftar lebih dari 1.000 orang berasal dari civitas akademika 3 kampus dan PNS kabupaten/kota. Mereka sangat antusias mengikuti seminar dengan keynote speaker Gubsu Edy Rahmayadi.

Menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang melorot akibat Covid-19, maka kebijakan perpajakan dan retribusi daerah harus segaris dengan kebijakan pusat. Salah satunya dengan menerbitkan insentif perpajakan.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa suatu daerah dikatakan mandiri secara fiskal apabila porsi pendapatan asli daerah sudah lebih besar daripada transfer yang diterima daerah dari Pemerintah Pusat. "Total pendapatan Provinsi Sumut untuk tahun 2020 sebesar Rp.13.5 triliun, terdiri dari pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar 54% dan PAD sebesar 43%. Sehingga Sumut belum dapat dikatakan memiliki kemandirian fiskal. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mengoptimalkan pendapatan asli daerah.

Salah satu kebijakan yang dilakukan di masa pandemi adalah relaksasi pajak kendaran bemotor dengan pemutihan pajak kendaraan bermotor yang menunggak. Kebijakan ini pertama didasarkan pada salah satu prinsip perpajakan yakni prinsip kemampuan membayar ability to pay karena kondisi pandemi saat ini membuat pendapatan masyarakat merosot drastis sehingga masyarakat banyak menunggak pajak. Kebijakan kedua adalah meningkatkan tarif pajak bahan bakar kendaraan bermotor non subsidi dari 5% menjadi 7.5%.

Senada dengan Edy,Rektor Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta Dr. Agustinus Prasetyantoko dalam sambutan mengatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif pajak dan juga mendukung upaya ekonomi yaitu ekonomi yang berwawasan lingkungan. "Tentu ini memerlukan pemikiran, langkah, strategi dan kebijakan karena itu acara pagi ini sangat penting untuk diikuti," ucap Agustinus.

Seminar ini menghadirkan 3 (tiga) pembicara yaitu pertama, Yustinus Prastowo, S.E., M.A., M.Hum (Staff khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Srategis) dengan judul"Strategi Optimalisasi Pajak Daerah Pasca Pandemic. Pembicara kedua, Achmad Fadly, S.Sos., MSP (Kepala BP2RD Sumatera Utara) dengan judul "Kesiapan Fiskal Daerah dalam Menghadapi Era Pasca Pandemic Covid-19. Terakhir, Harryson F. Sirumapea, AP., M.Si (Kepala Bapenda Kab. Dairi) dengan judul "Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Dairi. "Dia memaparkan perlu adanya kolaborasi untuk pemanfaatan data yang didukung oleh exchange information. Acara dipandu moderator Andang Wirawan Setiabudi, S.E., M.Si., M.E., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Jakarta.

Dari kegiatan diskusi ini ketiga pembicara sepakat bahwa dalam era pasca pandemi Covid 19 maka Pemda harus melakukan inovasi dan kolaborasi dalam melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi Pajak dan Retribusi Daerah untuk mencapai cita cita kemandirian fiskal. Pemprov Sumut maupun Pemda Dairi saat ini sudah berada dalam trek yang benar dengan melakukan berbagai inovasi berbasis teknologi dan kolaborasi antar instansi maupun institusi dalam rangka collecting data maupun law enforcement.

Hingga akhir acara antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi. Acara dilanjutkan Closing Remarks oleh Bupati Dairi Dr. Eddy K.A Berutu. (Rel/R4/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com