Jelang Pilkades

Tokoh Agama, Adat dan Anak Rantau Hutagurgur Humbahas Doa Bersama Berangkatkan Cakades


184 view
Tokoh Agama, Adat dan Anak Rantau Hutagurgur Humbahas Doa Bersama Berangkatkan Cakades
Foto DIB/ Dok Parsadaan Hutagurgur
BERANGKATKAN: Tokoh agama,  adat dan anak rantau Hutagurgur Kabupaten Humbahas  doa bersama dan memberi upa-upa berangkatkan dua putra Hutagurgur yang maju jadi calon Kepala Desa. 
Doloksanggul (SIB)
Menjelang pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan berlangsung tanggal 22 November 2021 mendatang, tokoh agama, adat, marga dan anak rantau yang tergabung dalam Parsadaan Hutagurgur (PHG) menyelenggarakan partangiangan (doa) bersama di Gereja HKBP Hutagurgur, Minggu (7/11).

Dua calon Kepala Desa yang akan bertanding yaitu Jonny Jentri Simanullang SE dan Hotmartua Simanullang. Jonny Jentri Simanullang merupakan pensiunan PNS, sebelumnya berkarir di Pemkab Taput. Sementara Hotmartua Simanullang sudah pernah menjabat Kepala Desa dan seorang Sintua (pelayan gereja).

Ketua Umum PHG Jabodetabek Poltak Situmorang didampingi Bendahara Hotler Situmorang mengaku, pihaknya merindukan kedamaian, persatuan, dan kondusifitas selama dan sesudah perhelatan demokrasi. "Jangan sampai terjadi gesekan dan pergulatan yang tidak diinginkan. Mari utamakan kesejukan," katanya.

Kandidat dan Timses ditegaskannya harus siap menang dan siap kalah. Yang menang jangan merasa hebat, yang kalah jangan jadi stres. Diharapkan agar Pilkades digelar tanpa "togu-togu ro" (politik uang).

Sementara itu, Penasehat PHG CH Robin Simanullang yang juga penulis buku "Hita Batak a Culture Strategy" meminta agar masyarakat Hutagurgur selalu mengedepankan ketenangan dan kedamaian dalam Pilkades ini.

Tahun 2016 saat Partangiangan Bolon di Hutagurgur masyarakat dan perantau telah sepakat tentang pelaksanaan Pilkades yang damai. "Ingatlah ikrar yang telah diucapkan pada tahun 2016. Tidak boleh ada perpecahan akibat Pilkades. PHG netral dalam Pilkades ini," katanya.

Sementara itu, Dr Sanco Simanullang yang juga putra Hutagurgur selepas acara doa meminta agar kedua kandidat dapat bertanding secara elegan. Fair play harus ditegakkan, elegan dan tetap mengedepankan kondusifitas, karena bagaimanapun juga kedua kandidat masih satu marga dan kerabat dekat.

"Yang menang jadi pengayom, yang kalah jadilah legowo. Hindari konflik, jauhkan benturan yang tidak perlu, bertandinglah secara elegan," kata ketua marga Manullang Kota Medan ini. (A10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com