Tokoh Masyarakat : Adaptasi Kebiasaan Baru Perlu Dibarengi Ketegasan


135 view
Istimewa
Masyarakat baris rapi, antri sebelum masuk mal dan dicek suhunya. Foto ilustrasi
Simalungun (SIB)
Tokoh masyarakat di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun J Sinaga menyebut penerapan adaptasi kebiasaan baru harus dibarengi dengan ketegasan. Hal itu disampaikannya kepada SIB, Selasa(29/9) karena penyebaran Covid-19 makin mengkuatirkan.

Menurut Sinaga, penerapan adaptasi kebiasaan baru membuat masyarakat kebablasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Padahal, meskipun dihadapkan dengan adaptasi kebiasaan baru, masyarakat harus menjalankan sesuai protokoler kesehatan. Iya seperti jaga jarak, jangan berkerumun, cuci tangan serta harus menggunakan masker.

Namun sangat disayangkan, masyarakat masih menganggap remeh situasi ini. Masih banyak yang merasa hebat dan tidak mengindahkan anjuran pemerintah terhadap protokol kesehatan. Sehingga mengakibatkan situasi penyebaran Covid-19 semakin mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, Pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama untuk mensosialisasikan dan menentukan langkah apa yang akan dilakukan untuk mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru ini.

Jika ingin tetap berlangsung kehidupan baru maka perlu ketegasan yang lebih keras. Itulah perlu dibicarakan lintas elemen dan bagaimana langkah-langkah yang akan dibentuk di masing-masing daerah.

Kemudian, masyarakat juga jangan hanya menuntut bantuan kepada pemerintah, tetapi harus mau mengikuti anjuran pemerintah dalam penanganan Covid-19 guna memutus mata rantai Covid-19, pungkasnya.(S13/c)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com