Tokoh Masyarakat Tigadolok Minta Polisi Usut Perambahan Hutan Talunsungkit Simalungun


227 view
Tokoh Masyarakat Tigadolok Minta Polisi Usut Perambahan Hutan Talunsungkit Simalungun
Foto: Dok Sihotang
TUMBANG: Pepohonan di Hutan Talunsungkit Kecamatan Dolokpanribuan, Kabupaten Simalungun tampak ditumbangi tanpa dokumen, Minggu (17/2). 

Tigadolok (SIB)

Kepolisian maupun dinas kehutanan diminta untuk serius mengusut aksi perambahan atau penebangan pohon yang telah membuat kawasan hutan Talunsungkit, Kecamatan Dolokpanribuan, Kabaupaten Simalungun semakin gundul.

Permintaan itu disampaikan Tokoh Masyarakat Tigadolok, A Sinaga, Minggu (14/2) menyikapi pemberitaan SIB terbitan 13 Pebruari 2024 tentang dua unit truk berisi kayu bulat atau gelondongan tanpa dokumen yang diserahkan pihak Toba Pulp Lestari (TPL) ke Polres Simalungun.

Sinaga menyangkan aktivitas perambahan hutan hingga saat ini masih tetap merajalela di kawasan Hutan Talunsungkit dan Register II Sibatuloting karena minimnya pengawasan dari instansi terkait.

"Kita menilai para perambah hutan tersebut juga telah bekerjasama dengan pihak-pihak tertentu sehingga selama ini aktifitas penebangan dan pengangkutan kayu dari hutan hingga ke penggilingan kayu mulus-mulus saja walaupun ilegal dan tanpa dilengkapi dokumen," ujar Sinaga.

Dikatakannya, hampir setiap hari sebanyak tiga truk kayu bulat ditutupi terpal biru melintas dengan bebas dari wilayah Hutan Tulunsungkit Tigadolok menuju ke Pematangsiantar malam hari dan pengangkutan mulus terus meskipun kendaraan tanpa nomor polisi dan tanpa dokumen.

Selain itu, masih kata Sinaga, banyak pihak yang menuding para perambah hutan tersebut telah bekerjasama dengan instansi pemerintahan yang membidangi kehutanan sehingga aktivitas perambahan berjalan aman-aman saja.

"Kita juga menilai instansi terkait juga telah mendapatkan upeti sehingga kegiatan penebangan kayu dalam hutan langgeng selama ini," pungkasnya.

Menurutnya, dampak penebangan hutan selama ini telah dirasakan masyarakat, seperti debit air di beberapa aliran sungai di Tidadolok berangsur-angsur setiap tahunnya mengalami penurunan.

"Wilayah Tigadolok juga kerap bajir dari luapan air dari hulu sungai pada musim penghujan disinyalir telah minimnya tangkapan air di hulu akibat perambahan pohon di Hutan Talunsungkit," urainnya.

Sinaga berharap pihak Polres Simalungun dan instansi dinas kehutanan mengusut tuntas para pelaku perambah hutan Talunsubgkit dan Rigister II Sibatuloting dan pihak lain yang terlibat di dalamnya." Jika hal itu terus dibiarkan, maka tangkapan air untuk ribuan hektar sawah di wilayah Kecamatan Dolokpanribuan hingga Kecamatan Tanah Jawa, Huta Bayu hingga Bayu Raja akan semakin terganggu," katanya.

Terpisah, Kapolsek Tigadolok, AKP Nelson Sidabutar mengakui, dua truk berisi kayu gelondongan saat ini ditahan di Polsek Dolokpanribuan dan merupakan titipan dari Polres Simalungun."Itu adalah titipan Polres Simalungun," ujar Sidabutar.(**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com