Tuding Gunakan Stempel Palsu, Wakil Ketua DPRD Deliserdang akan Polisikan Pendemo


257 view
Tuding Gunakan Stempel Palsu, Wakil Ketua DPRD Deliserdang akan Polisikan Pendemo
Foto dok/Ard
PERS: Wakil Ketua DPRD Deliserdang Amit Damanik, T Akhmad Tala'a dan Nusantara T Silangit serta anggota dewan lainnya mendengar semua aspirasi pendemo yang dikawal pihak kepolisian namun saat dimediasi di ruangan Komisi tidak hadir di Lubukpakam, Rabu (16/6).
Lubukpakam (SIB)
Beberapa pendemo mengatasnamakan Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia, Sumatera Utara melakukan demo di DPRD Deliserdang, Lubukpakam, Rabu (16/6). Mereka menuding salah satu Wakil Ketua DPRD Deliserdang tidak sesuai mekanisme dalam melakukan kunjungan kerja (kunker).

Pendemo yang membawa alat pengeras dan membentangkan spanduk itu menyebut Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Nusantara T Silangit telah melakukan kesalahan dalam kunker. Saat menyampaikan orasi, Wakil Ketua DPRD Deliserdang mulai dari Amit Damanik, T Akhmad Tala'a dan Nusantara T Silangit bersama anggota Bayu Sumantri Agung, Misnan Aljawi, Mikail TP Purba dan T Darwin Sembiring menyimak apa-apa yang disampaikan pendemo.

Namun saat dimediasi oleh pihak kepolisian dan sekretariat dewan di ruang Komisi I DPRD Deliserdang, para pendemo tidak muncul. Diduga pendemo yang mengatasnamakan Laskar Ulama itu tidak memiliki data dan hanya menuding sepihak.

Untuk mediasi itu, Kabag Umum Sekretariat DPRD Deliserdang sudah mempersiapkan bukti-bukti atas tudingan pendemo. Ia membawa bukti dan menyebutkan bahwa surat kunker Wakil Ketua DPRD Deliserdang Nusantara T Silangit sesuai mekanisme dan tidak ada yang salah.

"Surat Wakil Ketua DPRD Bapak Nusantara ini ada semua mekanismenya dan sesuai prosedur dan aturan serta terregistrasi. Ini buktinya ada sama kami semua," terang Indrawansyah.

Sudah menunggu di ruangan Komisi I DPRD Deliserdang para wakil ketua dan anggota melakukan konferensi pers. Nusantara mengaku akan membuat pengaduan atau laporan resmi ke pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Sebab ia sudah dituding pendemo atas nama Satkar Ulama melakukan hal yang tidak benar.

Politisi Nasdem itu mengaku bahwa aksi pendemo telah membuat pencemaran nama baiknya. Serta sudah menyebar di media sosial tudingan yang tidak benar. Sehingga pihaknya juga akan melapor soal undang-undang ITE.

Dijelaskan Nusantara bahwa dirinya diserang dengan tuduhan menggunakan stempel palsu. Namun ia heran dalam orasi Satkar itu tuntutannya berbeda dan tidak masuk akal.

"Sekretariat dewan menyatakan surat kami resmi dan sesuai peraturan. Diperkuat dengan adanya mekanisme dan teregistrasi, stempel palsu yang ditudingkan sudah terbantahkan," katanya.

Karena sudah membawa lembaga (DPRD Deliserdang), ia dan temannya akan mengambil sikap. Secepatnya ia pribadi dan lembaga akan melaporkan hal itu ke Poldasu. Sebab mereka menilai telah terang-terangan menuduh Nusantara. Dianggap hal itu telah merugikan namanya dan juga lembaga.

Misnan Aljawi pada kesempatan itu turut merasa heran. Sebab saat para pendemo berorasi, ia bersama Wakil Ketua dan anggota lainnya setia mendegar aspirasi dan tudingan. Namun saat dimediasi sesuai ketentuan yang berlaku jika ada yang menyampaikan aspirasi, malah tidak hadir.

"Mereka tidak mau dimediasi di sini (komisi I). Ini ada apa, padahal kami sudah memfasilitasi. Tuduhan mereka semua tidak benar, kami dan sekretariat sudah membawa bukti-bukti lengkap. Jadi atas tudingan ini kami selanjutnya akan menempuh jalur hukum," tegas Misnan Aljawi mengakhiri. (C3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com