Usai Video Pasien Meninggal Diduga karena Tabung Oksigen Kosong Viral, Ombudsman Minta Klarifikasi RS Pirngadi


191 view
(Foto harianSIB.com/Leo Bukit)
KLARIFIKASI: Ombudsman Sumut saat mendengar klarifikasi manajemen RSUD Dr Pirngadi Medan di Ruang Rapat I RS Pirngadi, Sabtu (29/5/2021). 
Medan (harianSIB.com)
Usai video pasien meninggal karena diduga diberi tabung oksigen kosong di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan, viral di media sosial, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut mendatangi rumah sakit milik Pemko Medan itu, Sabtu (29/5/2021).

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan kedatangan tim Ombudsman ke RSUD Dr Pirngadi untuk merespon keluhan masyarakat atas pelayanan publik yang diberikan penyelenggara layanan.

"Kaitannya dengan video yang viral, adanya keluarga pasien yang protes. Setelah melihat video itu kita langsung melakukan Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) dalam merespon setiap penyelenggaraan pelayanan publik di unit-unit layanan publik, termasuk di RS Pirngadi ini," kata Abyadi usai bertemu Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan MKes SpPD Finasim.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang ingin diklarifikasi Ombudsman kepada manajemen rumah sakit terkait beberapa pernyataan yang muncul dalam video yang viral di media sosial tersebut. Salah satunya mengenai tudingan pemberian tabung oksigen kosong kepada pasien. "Dari manajemen memberi klarifikasi dan dia membantah itu tidak benar, ini yang masih dalam catatan bagi Ombudsman," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam pertemuan dengan manajemen rumah sakit, pihaknya mengingatkan beberapa hal kepada pihak rumah sakit dalam hal penyelenggaraan pelayanan publik. Pertama agar rumah sakit meningkatkan kualitas layanan. Kedua, meminta manajemen terus melakukan evaluasi penyelenggaraan layanan di unit-unit layanan di rumah sakit, dan ketiga, menanggapi keluhan pasien melalui unit pengaduan.

"Kita lihat salah satu faktor tumpatnya persoalan pasien dengan manajamen itu di unit pengaduan. Kita tekankan di situ, supaya setiap informasi tentang pengaduan di RS Pirngadi ini terinformasi secara masif di seluruh ruang-ruang rawat inap, sehingga itu memudahkan dan setiap persoalan yang dihaapi pasien dan kelurganya bisa tersampaikan kepada unit manajemen pengelola aduan, sehingga bisa diselesaikan dan tidak sampai begini," ungkapnya.

Menurut Abyadi, Ombudsman belum dapat menyimpulkan apakah ada maladministrasi dalam pelayanan yang diberikan RS Pirngadi. Ombudsman masih harus melakukan pendalaman sebelum membuat kesimpulan. "Saya belum bisa menyebut ke arah itu (maladministrasi). Kalau kita dengar sepihak dari video pasien, sepertinya begitu. Tapi setelah mendengar tadi berbeda. Ini pendalaman yang akan kami lakukan ke depan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya," ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan keributan di rumah sakit viral di media sosial. Dalam video tersebut, terdengar suara seorang pria yang mengambil video memarahi petugas medis yang diduga lalai merawat ibunya yang sedang kritis. Dalam video berdurasi 56 detik tersebut, keluarga pasien menuduh perawat memberikan tabung oksigen kosong hingga sang ibu akhirnya meninggal dunia. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com