Vaksinasi Terus Digencarkan, Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tebingtinggi Turun


113 view
Vaksinasi Terus Digencarkan, Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tebingtinggi Turun
(Foto: Dok/Dinas Kominfo)
ARAHAN: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, didampingi Jubir Satgas Covid-19 Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati saat rapat koordinasi penanganan Covid-19, Selasa (14/9/2021), di aula Balai Kota. 
Tebingtinggi (harianSIB.com)
Penekanan penyebaran Covid-19 terus dilakukan pemerintah, mulai dari mengimbau masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) hingga penyuntikkan vaksinasi.

Di Tebingtinggi, Pemerintah Kota (Pemko) maupun instansi terkait juga terus gencar mrlakukan vaksinasi untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity di tengah pandemi Covid-19.

Dari data yang diperoleh di laman Facebook Kominfo Tebingtinggi, Jumat (17/9/2021), TNI dan Polri melalui vaksinasi merdeka massal dengan menyiapkan 2.000 dosis di GOR Asber, Jalan Gunung Leuser. Di mana pelaksanaan vaksinasi langsung ditinjau Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan diwakili Sekdako, Muhammad Dimiyathi, Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso dan juru bicara Covid-19 Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati.

Selain Vaksinasi Merdeka, juga telah dilakukan Serbuan Vaksinasi yang dilakukan Kodim 0204 DS melalui Koramil 13 TT, Polres Tebingtinggi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ikut berperan aktif mendukung pelaksanaan vaksinasi massal untuk 5.000 dosis.

Vaksinasi yang digelar sangat disambut baik dan mendapat antusias dari masyarakat. Hasil dari vaksinasi tersebut, tercatat dalam laporan Satgas Covid-19, telah terjadi penurunan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan, antusias masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. Setiap vaksin yang diterima langsung disebarkan ke Puskesmas di Tebingtinggi.

"Terkadang jumlah vaksin tidak mencukupi dari jumlah masyarakat yang ingin divaksin," kata Umar saat meninjau vaksinasi yang digelar MUI di Islamic Center Kompleks Masjid Agung, Senin (21/9/2021).

Setelah MUI yang menggelar Vaksinasi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada tanggal 27 September 2021, juga akan menggelar vaksinasi dengan jumlah 1.400 dosis vaksin. Dalam dilakukannya secara terus menerus, maka keberhasilan dalam menekan angka penyebaran jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Tebingtinggi pasti berjalan dengan baik, dengan harapan dapat segera beraktivitas kembali secara normal.

Selain vaksinasi, Umar Zunaidi menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya penguatan posko Satgas, kedisiplinan menggunakan masker, tingginya mobilitas masyarakat, peningkatan razia yustisi secara stasioner dan mobile dan memperbanyak tempat isolasi terpusat.

Umar juga tetap mengingatkan penanganan Covid-19 harus memperhatikan kelangsungan perekonomian, penanganan harus tetap memperhatikan sektor perekonomian dan ini menjadi tantangan bersama.
Begitu juga dengan petugas Satgas Covid-19 Tebingtinggi, diharapkan terus selalu turun kelapisan masyarakat hingga tingkat lingkungan untuk memberikan pemahaman prokes harus benar-benar diterapkan. Jika tidak, masyarakat masih akan tetap menganggap pandemi ini hanyalah berita bohong. Untuk itu, harus diterangkan kepada masyarakat bahwa Covid-19 itu memang ada. Bahkan dengan jenis varian baru yaitu varian delta akan membawa manusia pada kematian apabila tidak ditangani dengan pihak tenaga kesehatan.

“Satgas Covid-19 Tebingtinggi harus mampu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan harus mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Karena dengan melakukan vaksin, masyarakat akan mendapatkan kekebalan dengan virus. Pemko Tebingtinggi tetap melaksanakan vaksinasi di 9 Puskemas dan di Dinas Kesehatan Tebingtinggi,” kata Umar.

Umar berterima kasih kepada seluruh warga Tebingtinggi, di mana kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin menurun. Umar juga meminta seluruh masyarakat untuk sebisa mungkin menunda perjalanan keluar kota.

Masyarakat yang merasakan gejala Covid-19 untuk melaporkan kepada kepala lingkungan, lurah dan Puskesmas setempat, untuk dilakukan perawatan dan pemberian obat bagi yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah.

Jangan setelah kondisi parah baru memberikan laporan, jadi pihak tenaga kesehatan dengan mudah melakukan 3T (testing, tracing dan treatment) kepada siapa saja orang terkonfirmasi positif melakukan kontak selama terpapar. Diharapkan warga melapor kepada pihak Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan apabila menemui gejala seperti terpapar Covid-19.

Di bidang pendidikan, sesuai dengan instruksi Wali Kota Nomor 188.45/5808 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 3 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi pada 10 Agustus 2021. Dalam Instruksi tersebut diumumkan pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan secara tatap muka terbatas.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dapat dilakukan di wilayah PPKM Level 3. Sesuai Instruksi Wali Kota Tebingtinggi Nomor 188.45/5808 Tahun 2021, Tebingtinggi memberlakukan PPKM Level 3 dan dalam Instruksi ini pelaksanaan belajar mengajar boleh dilakukan dengan tatap muka secara terbatas dengan kapasitas maksimalnya 50 persen dari total peserta didik.

Ada pengecualian bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) baik tingkat dasar, menengah maupun tingkat atas kapasitas maksimal sebesar 62 persen dan maksimal peserta didik dalam tiap kelas sebanyak 5 orang saja dan wajib menjaga jarak 1,5 meter. Sedangkan untuk PAUD kapasitas maksimal 33 persen dengan maksimal peserta didik dalam tiap kelas sebanyak 5 orang saja dan juga wajib menjaga jarak 1,5 meter, tenaga pendidik yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka terbatas sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap yaitu sudah menerima dosis 1 dan 2 vaksin Covid-19.

Pemko Tebingtinggi memberikan kebebasan bagi orang tua dan wali peserta didik untuk memilih pembelajaran tatap muka atau pembelajaran secara daring bagi peserta didik. Pemko Tebingtinggi tidak mewajibkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas ini. Orang tua wali peserta didik dapat memilih apakah ingin mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh. (*)


Penulis
: Japet Arki Bangun
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com