Viral Remaja Korban Kekerasan Oknum Polisi Jadi Tersangka, Ini Klarifikasi Kapolres Pematangsiantar


577 view
Viral Remaja Korban Kekerasan Oknum Polisi Jadi Tersangka, Ini Klarifikasi Kapolres Pematangsiantar
Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio
Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, didampingi oknum polisi inisial PJSP saat memberi keterangan kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (18/10/2021).
Pematangsiantar (harianSIB.com)

Pasca seorang remaja inisial MFA (17), warga Kota Pematangsiantar, diduga korban kekerasan oknum polisi inisial PJSP yang merupakan ayah kandungnya viral di media sosial, Minggu (17/10/2021), Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar langsung memberikan klarifikasi terkait informasi tersebut.

"Kasus kekerasan anak dialami MFA sudah kita terima sesuai laporan Yusmawati (50), ibu kandung korban. Yang dilaporkan anggota kita yang tugas di Intelkam Polres Pematangsiantar inisial PJSP. Proses penyidikannya sudah tahap I dan telah dikirim ke Kejari Pematangsiantar untuk diteliti," ujar Boy saat temu pers, di ruang kerjanya, Senin (18/10/2021).

Boy menerangkan PJSP akan menjalani sidang di Polda Sumatera Utara. Bahkan, laporan PJSP sudah dicabutnya terhitung tanggal 18 Oktober 2021.

"Laporan PJSP terhadap MFA yang merupakan anak kandungnya resmi dicabutnya hari ini. MFA tidak lagi tersangka. Sementara PJSP statusnya kini tersangka dan tahap I penelitian berkas di Kejaksaan," terangnya Boy.

Ia menjelaskan terungkapnya kasus tersebut, bermula laporan Yusmawati (50) warga Jalan Maluku, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, terhadap PJSP karena melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya sendiri MFA.

"Laporan polisi: LP/2332/XII/Sumut/SPKT, tanggal 3 Desember 2020 tentang kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga atau kekerasan anak di bawah umur sesuai laporan Yusmawati," katanya.

Sebelum kejadian itu, pelaku datang ke rumah yang ditempati korban dan ibunya pada Rabu (2/12). Kedatangan pelaku saat itu, menanyakan galon air mineral miliknya yang terlihat hanya satu.

Mengetahui kedatangan pelaku, pembantunya bernama Ani menemui anak korban di meja makan seraya bertanya," Ada galon ayah sama mu? Terus dijawab korban, gak ada wak, punya dia cuman satu. Kembalikan uangnya itu," cetus anak korban.

Mendengar keterangan anak itu, Ani menemui pelaku seraya menyampaikan apa yang dikatakan anaknya. Lalu pelaku meminta Ani membuka pagar rumah supaya keluar dan seraya berkata," Mana ini galon ku kenapa cuman satu. Lalu dijawab korban, kami juga mesan dua semalam ayah, kembalian uang kepada adik," terang korban.

Mendengar itu, pelaku langsung memukul korban, namun berupaya ditangkis. Melihat itu, pelaku langsung mendorong korban hingga terjatuh ke arah meja makan. Selanjutnya mencekiknya dan kemudian menariknya ke arah dinding dan membenturkan kepala korban ke pilar dinding berulang kali hingga mengenai kening dan berdarah. Upaya perlawanan tetap dilakukan korban saat itu, dan pelaku geram dan seraya berkata," Kau lawan aku terus ya. 5 jutanya matikan kau," cetus pelaku saat itu. (*)

Penulis
: Andomaraja Sitio
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com