Wali Kota Medan dan Unsur Forkopimda ikuti Rakor Penegakan Disiplin Prokes dan Penanganan Covid-19


121 view
Foto : Dok/Diskominfo Medan
Ikuti Rakor : Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution bersama unsur Forkopimda  mengikuti Rakor Penegakan Disiplin Prokes dan Penanganan Covid-19 secara virtual dari Ruang Rapat Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (3/5/2021).
Medan (SIB)

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution bersama unsur Forkopimda mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) dan Penanganan Covid-19 secara virtual dari Ruang Rapat Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (3/5/2021).

Rakor tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang dalam arahannya mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah memberikan penekanan terhadap masalah Covid-19 dan ekonomi.

Dikatakan, Presiden menginstruksikan agar penanganan Covid-19 benar-benar ditangani dengan serius, jangan sampai lalai dan harus belajar dari kasus India yang terlalu cepat merayakan keagamaan akibat turunnya kasus Covid-19.

"Presiden menyampaikan agar kita tetap waspada khususnya menjelang Idul Fitri dan kepala daerah diminta untuk satu narasi agar sama-sama melakukan pelarangan mudik lebaran," katanya.

Dalam rakor itu juga didengarkan paparan yang disampaikan sejumlah nara sumber seperti Wakil Menteri Kesehatan RI, yang menyampaikan perkembangan Covid-19 di Indonesia memang mengalami trend penurunan, namun dikhawatirkan libur panjang dapat mengakibatkan kasus penyebaran Covid-19 kembali meningkat.

Karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk tetap waspada. Apalagi saat ini yang sangat perlu diwaspadai adalah masuknya mutasi Covid-19 yang baru.

"Langkah yang tidak kalah penting ialah melakukan tracing terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19, sehingga dapat segera dilakukan perawatan dari sejak awal, dan meningkatkan laju vaksinasi di Bulan Mei," kata Tito.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo meminta semua pihak untuk mewaspadai kedatangan repatriasi yang kembali ke Indonesia termasuk juga WNA yang datang ke Indonesia.

"Mereka yang masuk ke Indonesia wajib di karantina, jangan mau tertipu dengan dokumen bebas Covid-19 yang ditunjukkan, Satgas yang ada di tiap provinsi harus betul-betul disiapkan dengan baik," tegasnya.

Dari hasil rakor tersebut, arahan yang telah disampaikan diminta dijadikam sebagai acuan untuk penanganan Covid-19 di daerah masing-masing dan segera ditindaklanjuti untuk melakukan rakor dengan unsur Forkopimda di wilayah masing-masing terkait penerapan protokol kesehatan dan penanganan Covid-19. (*)

Penulis
: Roy marisi simorangkir/rel
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com