Takut Dihantam Banjir Lagi

Warga Agara Minta Pemprov Aceh Bangun Tanggul Pengaman Sungai Lawe Bulan


241 view
Warga Agara Minta Pemprov Aceh Bangun Tanggul Pengaman Sungai Lawe Bulan
Waspada/Ali Amran
Warga terlihat pasrah dengan tatapan kosong melihat lahan pertaniannya amblas digerus abrasi dan banjir Sungai. warga di pinggiran DAS berharap Pemprov Aceh dan Pemerintah Pusat membangun tanggul pengaman tebing sungai Kali Bulan untuk mengamankan ribuan hektar lahan petani Aceh Tenggara.
Kutacane (SIB)
Ribuan warga Aceh Tenggara yang berdomisili di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawe Bulan meminta Pemprov Aceh agar secepatnya membangun tanggul pengaman sungai. Pasalnya di akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019 lalu, ratusan rumah warga di sepanjang DAS Lawe Bulan dihantam banjir, namun hingga kini tanggul sungai belum juga dibangun.

Menurut Wendy warga Desa Pulonas, yang rumahnya ikut dihantam banjir pada 2018 lalu mengatakan, ratusan rumah warga yang berada di sepanjang DAS mulai dari Pulokemiri, Kutebatu, Bulanasli, Pulonas, Kota Kutacane, Kutarih, Pulolatong, Prapat Titipanjang, Penampaan, Tualang Lama, Pulonas Baru, Lawerutung, Prapat Timur, Desa Bahagia dan Kutacane Lama adalah daerah yang rawan bencana alam.

Riskannya kondisi ini, akibat jebol dan ambruknya ratusan meter beronjong dan tanggul pengaman sungai di Pulo Kemiri, Pulonas, Pulonas Baru, Kutacane Lama, Lawerutung dan beberapa daerah yang berada disepanjang DAS Lawe Bulan.

“Coba perhatikan di Kute Pulonas ini, dapur rumah warga langsung berbatasan dengan aliran sungai Lawe Bulan, tanpa ada sejengkal pun beronjong maupun tanggul pengaman sungai. Akibatnya setiap hujan lebat disertai naiknya debit sungai, warga tak pernah bisa tidur nyenyak, karena kerapkali air masuk ke dapur rumah warga,” kata Ayar, warga Babussalam lainnya.

“Sementara akibat curah hujan yang tinggi disertai bertambahnya debit air Sungai Alas, ratusan hektar lahan pertanian dan perkebunan warga serta pemukiman penduduk tergerus banjir dan abrasi sungai,” timpal Wandi, warga Babul Rahmah.

Menurutnya, sedikit saja curah hujan bertambah, dampaknya akan membuat lahan perkebunan, pertanian dan pemukiman penduduk terancam amblas digerus arus sungai, apalagi saat ini sedang memasuki musim penghujan. “Jika pemerintah tak membangun beronjong atau tanggul pengaman sungai, akan membuat lahan dan pemukiman terancam habis,” tutur Wandi.

Ribuan warga Agara mendesak Pemprov maupun pusat, agar meningkatkan kepedulian pada warga di sepanjang DAS yang membutuhkan bantuan pembangunan tanggul penanganan sungai.

Bupati Aceh Tenggara Drs H Raidin Pinim MAP saat ditemui SIB seusai shalat, Jumat (19/11) di kediamannya mengatakan, untuk tahun 2022 Pemprov sudah menyampaikan usulan program pembangunan penahan tebing kepada BNPB Pusat melalui BPBD Aceh Tenggara.

“Pokoknya sudah diusulkan untuk Sungai Alas dan heberapa sungai lainnya, yang lokasinya membahayakan lahan pertanian, perkebunan dan pemukiman penduduk. Cuman berapa nanti yang disetujui pemerintah pusat, ya kita lihat nanti pungkasnya,” ucap Raidin Pinim. (B6/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com