Warga Aksi Damai Hentikan Pembangunan Rumah di Pantai Parapat

* Anggota DPRD Simalungun Maraden Sinaga Minta Pemerintah Selesaikan Sengketa Lahan

379 view
Foto SIB/Linggom Parhusip
AKSI : Puluhan warga Sosor Sabah Parapat menggelar aksi damai menuntut pemerintah menghentikan pembangunan rumah pribadi di sekitar pantai bebas Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Senin (11/1).
Parapat (SIB)
Puluhan warga Sosor Sabah Parapat kembali menggelar aksi damai menuntut pemerintah menghentikan pembangunan rumah pribadi di sekitar pantai bebas Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, karena diduga dibangun di lahan pemerintah, Senin (11/1).

Koorditor aksi, O Manik didampingi warga lainnya melalui pengeras suara menyampaikan, lokasi pembangunan rumah pribadi di sekitar pantai bebas Parapat, puluhan tahun silam merupakan pemukiman masyarakat dan telah diserahkan kepada pemerintah daerah Simalungun dengan ganti rugi untuk aset pengembangan pariwisata. Namun beberapa bulan terkahir berubah fungsi menjadi hak pribadi.

"Kami sebagai warga Sosor Pasir, yang sebelumnya bermukim di pantai bebas Parapat meminta pemerintah menghentikan pembangunan rumah pribadi di sekitar pantai bebas Parapat, karena lahan sudah dihibahkan ke pemerintah," ujar Manik dengan pengeras suara berulangkali sembari menunjukkan surat tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan surat hibah tanah.

Setelah beberapa saat, Kasat Intelkam Polres Simalungun AKP Restuadi didampingi Kanit IV Ipda Sonni Silalahi dan Unsur Pimpinan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon ketika berdialog dengan warga menyampaikan agar masyarakat sebaiknya menggelar pertemuan dengan kedua belah pihak, baik pemilik bangunan dan masyarakat dengan membawa seluruh bukti-bukti alas hak kepemilikan.

Masyarakat menyetujui usulan dari pihak kepolisian untuk menghentikan pembangunan dan sepakat bertemu dengan pemilik bangunan, dengan membawa bukti-bukti kepemilikan lahan, yang akan dimediasi oleh Uspika Girsang Sipangan Bolon pada jadwal yang telah disepakati, Sabtu (16/1) di Kantor Camat Girsang Sipangan Bolon, kemudian massa membubarkan diri.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Simalungun Maraden Sinaga seorang putra Parapat ke SIB melalui selulernya meminta agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan lahan di pantai bebas Parapat dengan adil.

"Kita meminta Pemkab Simalungun menyelesaikan persoalan lahan di sekitar pantai bebas sebagai aset negara yang saat ini berubah menjadi hak perseorangan, masalah ini harus diselesaikan dengan adil," kata Maraden.

Maraden juga mempertanyakan siapa pemilik bangunan, izin dan asal usul kepemilikan lahan. "Sepengetahuan saya, lahan ini milik negara, bukan milik perseorangan yang bisa diperjualbelikan. Ini harus diusut," ujar Maraden. (S12/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com