Warga Dusun III Desa Gempolan Sergai Nilai Pemberian Bantuan Sosial Tidak Tepat Sasaran


244 view
Warga Dusun III Desa Gempolan Sergai Nilai Pemberian Bantuan Sosial Tidak Tepat Sasaran
Foto: Dok/LS
HARAPKAN:  Hotni Hutagalung bersama Sasria Sianturi mengharapkan pemberian bantuan sosial tepat sasaran, Senin (23/8/2021).
Sergai (harianSIB.com)

Warga Dusun III Desa Gempolan, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menilai, pemberian bantuan sosial kepada warga di masa pandemi Covid-19 di dusun mereka tidak tepat sasaran.

Hal itu dikatakan Hotni Hutagalung (49), Sasria Sianturi (39), saat ditemui wartawan di kediamannya di Dusun III Desa Gempolan, Senin (23/8/2021).

"Sejak mulai masa pandemi Covid-19, kurang lebih sudah hampir dua tahun, kami hanya sekali dapat bantuan Rp 300.000 pada Desember 2020. Setelah itu tidak pernah lagi," ungkap Hotni.

Padahal, menurutnya, di antara penerima bantuan tersebut, terdapat warga yang lebih mampu secara ekonomi dibandingkan mereka.

"Tiap hari saya jual mi gomak agar bisa bertahan hidup. Adapun sawah padi seluas 20 rante, saya sewa dari mertua dengan biaya 50 kg padi/rante," sebut ibu dua anak ini.

Hal senada disampaikan Sasri Sianturi. Dia juga mengakui banyak warga yang memiliki taraf ekonomi yang lebih mampu dari dirinya, namun mendapat bantuan sosial.

"Saya hanya menyewa lahan padi seluas 30 rante, selebihnya saya gaji-gajian ke sawah orang lain. Sementara orang yang lebih mampu dari saya dapat bantuan," ungkap ibu satu anak ini.

Kedua ibu rumah tangga tersebut mengaku sudah pernah mempertanyakan soal penerima bantuan sosial yang mereka nilai tidak tepat sasaran tersebut kepada kepala dusun hingga Kepala Desa Gempolan. Namun, pihak aparat desa menjelaskan pemerintah desa hanya melakukan pendataan, sedangkan penentu siapa penerima bantuan adalah instansi terkait.

"Harapan kami, pemerintah desa membuka mata hati untuk dapat meringankan beban kami. Kalau kami berani mempertanyakan hal ini, bukan berarti kami ini penghasut atau melawan pemerintah. Kami hanya ingin klarifikasi," ujar Sasri.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Gempolan, Rosnita Sianturi melalui selulernya mengatakan pihaknya sudah mendata seluruh warga yang berhak mendapatkan bantuan. Namun, yang menjadi penentu siapa warga yang akan mendapatkan bantuan, di luar wewenang mereka.

"Kami sudah mendata warga yang layak dibantu. Namun setelah data selesai kami input, proses selanjutnya di luar wewenang kami. Misal bantuan dari Kemensos, penentunya ya dari Kemensos," ujar Rosnita.

Meski demikian, Rosnita menyebutkan akan lebih memrioritaskan warga yang belum dapat bantuan apabila ada usulan penerimaan bantuan.

"Kami apresiasi warga yang bertanya. Ini juga membantu kami di lapangan pendataan belum maksimal. Ke depan, kami akan prioritaskan bagi warga yang belum pernah mendapatkan bantuan," kata Rosnita Sianturi. (*)


Keterangan foto :

Martabe
Pembuat berita :
Editor Wilfred/Donna Hutagalung

Tag :
Penulis
: Rimpun H Sihombing
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com