Warga Kembali Minta Polres Dairi Usut Dugaan Penyimpangan Penggunaan APBDes Gundaling TA 2018, 2019


217 view
Warga Kembali Minta Polres Dairi Usut Dugaan Penyimpangan Penggunaan APBDes Gundaling TA 2018, 2019
Foto/SIB Tulus Tarihoran
TUNJUKKAN: Beberapa warga Desa Gundaling tunjukkan lokasi proyek pembukaan jalan yang diduga fiktif, dengan memegang rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan Desa Gundaling TA 2018,2019 di Dusun Dolokmanolong. Foto dipetik beberapa waktu lalu.
Sidikalang (SIB)
Warga Desa Gundaling Kecamatan Gunungsitember, Dairi kembali meminta dan mendesak Polres Dairi mengusut dugaan penyimpangan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Gundaling Tahun Anggaran 2018 dan 2019.

Parisma Manik, Simson Nadeak, Darsono Manik (mantan Ketua BPD Desa Gundaling) dan Pontas Naibaho, Senin (20/9) di Sidikalang mengharapkan polisi serius melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan penggunaan APBDes Gundaling, karena bukti permulaan sudah ada.

Disebutkan, sesuai SP2HP No. K/307/IX/RES.3.3/2021, polisi sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Dairi. Hasil audit itu merekomendasikan pihak terkait untuk menyetorkan kembali kelebihan bayar, dengan bukti setor pembayaran 9 April 2021 dan 16 Juli 2021.

"Dugaan penyimpangan sudah ada, terbukti sudah ada kelebihan bayar, meskipun sudah dikembalikan. Sudah ada bukti permulaan sebagai pintu masuk penyelidikan," katanya.

Mereka mengaku sudah menunjukkan lokasi pengalokasian APBDes yang diduga adanya penyimpangan kepada personel Unit Tipikor Polres Dairi. Artinya masyarakat tidak mengada-ada terkait laporan dugaan penyimpangan penggunaan dana desa itu.

Selain itu, masyarakat juga siap memberikan data tambahan, yang dibutuhkan polisi untuk menuntaskan dugaan peyimpangan itu.

Mereka lebih lanjut menerangkan, ada 8 item kegiatan fisik Desa Gundaling TA 2018 dan 2019, yang diduga sarat penyimpangan dan dilaporkan, di antaranya proyek pembukaan jalan tahun 2019, dimana pembukaan jalan itu dipertanggungjawabkan kepala desa di surat pertanggungjawaban (SPj). Padahal jalan tersebut dibuka warga atas nama Jhon Kenedy Silaban dengan dana pribadi pada tahun 2003.

Tetapi setelah dugaan peyimpangan itu dilaporkan, pihak pemerintah desa berupaya menyogok Jhon Kennedy, sebagai pertanggungjawaban.

Kemudian, proyek penyediaan sarana air bersih. Setelah diadukan ke polisi pada tahun 2020, barulah pemerintah desa menyelesaikan dengan memasang bak dan mesin jetpump, padahal kegiatan tersebut tahun 2019.

Kanit Tipikor Polres Dairi, Ipda Tobok Panggabean lewat telepon mengatakan, dugaan penyimpangan penggunaan APBDes Gundaling sesuai laporan informasi masyarakat masih tahap penyelidikan. Proses penyelidikan masih tetap berjalan.

Sementara itu, Kepala Desa Gundaling, Ellys Br Situmorang membenarkan laporan warganya ke Polres Dairi. Ia juga membantah tudingan warganya, terkait dugaan korupsi dan pemberian uang kepada Jhon Kenedy Silaban sebagai ganti pembukaan jalan.

Sebelumnya, warga Desa Gundaling mendesak Polres Dairi mengusut dugaan penyimpangan penggunaan DD Gundaling TA 2018 dan 2019, usai meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang ketiga. (B3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com