Warga dan Tokoh Karo di Medan Dukung Gema JNTK Tolak dan Basmi Judi


135 view
Warga dan Tokoh Karo di Medan Dukung Gema JNTK Tolak dan Basmi Judi
Istimewa
Masty Pencawan dan Jesayas Tarigan.
Medan (SIB)
Pasca pembentukan dan berdirinya Gerakan Masyarakat Anti Judi Narkoba Tanah Karo (Gema JNTK) di Kabanjahe Kabupaten Karo pada 27 September lalu, sejumlah warga dan tokoh masyarakat Karo di Medan menyatakan dukungan penuh dan apresiasi gerakan tersebut sebagai forum dan gerakan tolak, tangkal dan basmi judi serta narkoba-HIV AIDS di Tanahkaro.

Tokoh peduli Karo Drs Masty Pencawan MPA dari kalangan praktisi pendidikan dan Manggala P4, serta Ketua Umum Pemuda Barisan Karo (PBK) Jesayas Tarigan, secara terpisah dengan optimis menyatakan daerah Karo pada prinsipnya butuh forum dan gerakan masyarakat yang lebih besar dan eksis sebagai mitra pemerintah maupun sebagai mitra aparat penegak hukum agar praktek judi dan bisnis narkoba segera terberantas di Bumi Turang (Karo).

"Maraknya praktik judi berbagai bentuk di daerah Karo selama ini, telah menimbulkan wabah penyakit masyarakat (pekat) yang majemuk, sakit ekonominya karena banyak uang rakyat yang terbuang di meja judi, sakit fisik dan pikirannya karena banyak hutang untuk modal judi atau beli narkoba, bahkan jadi rusak imannya karena cenderung lebih memilih hadir ke warung atau lapak judi ketimbang hadir ke gereja atau ibadah keluarga (PJJ) di rumah jemaat. Kalau bukan kita yang harus menangani dan akhiri semua maksiat ini, misalnya melalui Gema JNTK, siapa lagi," ujar Masty Pencawan kepada pers di kantornya, Yayasan Pendidikan Nasional (YPN) Masty Pencawan Medan, Kamis (14/10).

Hal senada juga dicetuskan Jesaya Tarigan, bahwa kehadiran Gema JNTK merupakan representasi gerakan moral dan sosial kritisi atas aksi elemen masyarakat Karo yang selama ini terhimpun dalam Gerakan Peduli Karo Bersih (GPKB). GPKB yang dirintis aktifis rohaniawan GBKP Pdt Masada Sinukaban itu bergerak kolektif sebagai gerakan tolak judi-narkoba, gerakan tangkal HIV-AIDS dan prostitusi di warung remang-remang, gerakan aksi bersih lingkungan wisata di destinasi Doulu, gerakan monitor kelestarian hutan dan anti illegal logging, dan sebagainya.

"Hal yang sangat diapresiasi adalah personil Gema JNTK yang saling support dan terdiri dari kaum milenial energik lintas profesi. Ada barisan rohaniawan gereja (pendeta GBKP), praktisi hukum, wiraswasta atau pengusaha muda, juga aktifis LSM. Kita yakin lintas elemen masyarakat lainnya akan turut mendukung. Kita harapkan juga lembaga gereja seperti Moderamen GBKP ikut mendukung, sebagaimana harapan jemaat pasca Sinode Moderamen GBKP pada 15-18 April lalu," katanya serius kepada SIB.

Secara terpisah, dukungan kepada Gema JNTK juga dicetuskan pengurus dan pendiri Balai Adat dan Budaya Karo Indonesia (BABKI) Ir Sanusi Surbakti MBA MRE dan Drs Sarjani Tarigan MSp, praktisi hukum Prameka Tarigan SH, bahkan juga rohaniawan senior di kalangan persekutuan doa (fellowship) di Medan, Pt Ir Jonathan Ikuten Tarigan.

Atas dukungan tokoh dan warga Karo di Medan tersebut, Ketua Umum Gema JNTK Dkn Daud Tarigan, menyatakan pihaknya saat ini sedang menggalang dan menjalin komunikasi lintas pihak untuk mencari formula terpadu yang efektif dan efisien tapi konstruktif untuk berperan serta memberantas judi dan narkoba yang masih terus marak di Karo.

"Lihat data ini, sudah terekspos bahwa pengguna narkoba di Karo saat ini mencapai 10.000 orang. Orang-orang yakin kalau jumlahnya berikut yang belum terekspos lebih dari angka itu. Sama dengan judi, yang terekspos mungkin baru 10 atau belasan lokasi, tapi orang-orang di kampung kita (Karo) tahu jumlahnya jauh lebih besar lagi. Apa ini musti kita biarkan," katanya serius dan bersemangat. (A5/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com