Wartawan Hadir Memberikan Informasi dan Mengedukasi Masyarakat


160 view
Wartawan Hadir Memberikan Informasi dan Mengedukasi Masyarakat
(Foto: SIB/Dok Humas)
FOTO BERSAMA: Narasumber Penasihat PWI Deliserdang Rinto Sustono dan Wakil Bendahara Desra A Gurusinga foto Bersama sejumlah kepala madrasah, Kamis (20/10) usai pelaksanaan PWI Goes To School di MIS Madinatussalam Desa Sei Rotan Percut Sei Tuan. 

Percut Sei Tuan (SIB)

Wartawan hadir dengan tugas mulianya, yaitu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Bahkan, wartawan hadir untuk mengedukasi masyarakat.


Namun masih banyak oknum wartawan yang menyalahgunakan wewenangnya dengan melakukan pemerasan dan minta uang ke madrasah-madrasah.


“Banyak oknum wartawan yang datang ke madrasah dengan alas an silaturahmi namun ujung-ujungnya duit. Bahkan ada yang sengaja mencari-cari kesalahan di madrasah itu,” ujar salah seorang Kepala Madrasah di Deliserdang, Z Marpaung saat pelaksanaan PWI Goes To School di MIS Madinatussalam Desa Sei Rotan Percut Sei Tuan, Kamis (20/10) dengan pembicara Penasihat PWI Deliserdang Rinto Sustono didampingi Desra A Gurusinga.


Ditambahkannya, sebelum bertemu dengan wartawan yang dari PWI ada perasaan tidak enak kalau bertemu dengan insan pers.


Apalagi saat datang ke madrasah, biasanya para kepala madrasah akan menghindari bertemu wartawan karena biasanya tidak jauh-jauh dari uang.


Ditanyakannya, apakah seluruh wartawan tergabung dalam PWI dan bagaimana cara menghadapi wartawan yang datang hanya meminta-minta serta menakut-nakuti para kepala madrasah.


Ditambahkan kepala madrasah lainnya, dirinya heran dengan kelihaian wartawan yang datang saat dana BOS cair.


Dirinya sudah puluhan tahun mengajar dan baru kali ini ada wartawan masuk ke sekolah untuk memberi pencerahan kepada mereka para guru dan kepala madrasah.


“Kami berharap adanya kerjasama yang positif dengan wartawan dari PWI melaksanakan Goes To School ini. Terutama dalam pemberitaan terhadap madrasah dan sekolah, termasuk mengantisipasi datangnya oknum wartawan yang kerap minta uang seperti itu,” ujarnya seraya menyebutkan, hendaknya wartawan datang hanya dengan tujuan mencari berita.


Menanggapi itu, Rinto menyebutkan saat ini kebebasan pers luar biasa namun wartawan yang benar tetap bekerja sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).


Wartawan awalnya kuli di pasar.

Karena semua orang bertanya kepadanya tetang harga, makanya dibuatnya jurnal dan ditulis di dinding agar tidak letih menjawab pertanyaan semua orang.


Seiring waktu berkembang, mereka menjadi jurnalis karena menulis jurnal di pasar.


Tugas wartawan sebenarnya ada 4 yaitu memberikan informasi kepada masyarakat, memberikan pendidikan, memberikan hiburan dan sebagai sosial kontrol.


Namun wartawan yang “abal-abal” itu justru mengedepankan social kontrolnya untuk menakut-nakuti para kepala madrasah.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com