Waspada Siklon Lionrock-Kompasu, 25 Provinsi di RI Berpotensi Hujan Lebat


303 view
Waspada Siklon Lionrock-Kompasu, 25 Provinsi di RI Berpotensi Hujan Lebat
Foto Istimewa
Kepala Pusat Meteorologi Publik, A Fachri Radjab

Jakarta (SIB)

BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memonitor siklon tropis Lionrock dan siklon tropis Kompasu yang berpotensi mempengaruhi cuaca di Indonesia. Ada 25 provinsi yang diprediksi diguyur hujan lebat akibat siklon ini.


Kepala Pusat Meteorologi Publik, A Fachri Radjab, mengatakan dua siklon itu tumbuh sejak Jumat (8/10). Fachri mengatakan dua siklon tersebut diperkirakan memberi dampak hujan sedang-lebat hingga peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah di Indonesia.


"Siklon tropis Lionrock maupun Kompasu dalam 24 jam ke depan dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia," kata Fachri kepada wartawan, Sabtu (9/10).


Hujan sedang-lebat diperkirakan akan terjadi di wilayah Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Sementara itu, gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter diprediksi terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Natuna, Laut Sulawesi, dan Samudra Pasifik utara Halmahera.


BMKG juga memprediksi gelombang laut dengan ketinggian 1,25-2,5 meter dapat terjadi di perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Natuna, perairan Kalimantan Utara, Selat Makassar, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud. Gelombang tinggi juga diprediksi terjadi di perairan Bitung-Kepulauan Sitaro, perairan utara dan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.


"Selain dampak tidak langsung dari kedua siklon tropis tersebut, cuaca di wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang cukup basah dan tingkat konvektivitas yang tinggi," katanya.


Siklon tropis Lionrock disebut berada di Laut China Selatan, tepatnya di 18,0 LU-110,9 BT dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knots (65 km/jam) dan tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 994 hPa. Fachri mengatakan Siklon Tropis Lionrock bergerak perlahan ke arah utara menjauhi wilayah Indonesia dan intensitasnya akan meningkat dalam 24 jam ke depan.


Sementara, siklon tropis Kompasu terbentuk di sekitar wilayah Samudra Pasifik Barat sebelah timur Filipina, tepatnya di 13,8 LU-131,5 BT dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 35 knots (65 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 998 hPa. Siklon tropis Kompasu bergerak ke arah Timur menjauhi wilayah Indonesia dan intensitasnya akan meningkat dalam 24 jam ke depan.


Akibat kondisi ini, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat, petir atau angin kencang pada 9-15 Oktober 2021 juga memungkinkan bisa terjadi di wilayah berikut:


Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten dan Jawa Barat.


Selanjutnya Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. (detikcom/d)



Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com