Workshop Bahaya Stunting Digelar di Desa Pasar VI Kwala Mencirim Langkat


103 view
Workshop Bahaya Stunting Digelar di Desa Pasar VI Kwala Mencirim Langkat
(Foto Dok/SOI)
Workshop : Workshop Kader Kesehatan   dan Pencegahan Stunting  digagas PT TIV  Langkat   dan  SOI  bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Pasar VI Kwala Mencirim  di Balai Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Langkat, Sabtu (9/9).
Langkat (SIB)
Bahaya Stunting atau gagal tumbuh pada anak balita masih mengancam negara Indonesia. Dari 9 juta anak-anak atau 1 dari 3 anak di Indonesia masih mengalami stunting. Di Asia Tenggara, Indonesia masuk 4 besar kasus stunting tertinggi pada tahun 2013.

Di Kabupaten Langkat sendiri sebelumnya angka stunting mencapai 23,28 persen dan ini merupakan Hasil Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan pada tahun 2018. Sedangkan secara umum untuk Provinsi Sumatera Utara angka Stunting masih mencapai 32,3 persen.

"Stunting selain dapat berpengaruh terhadap masa depan anak diantaranya anak akan sulit berprestasi maupun menyerap pelajaran di sekolah ,” sebut Juan Pardosi selaku Tim Gizi dari Puskesmas Namuterasi Kecamatan Sei Bingai , Langkat saat memberikan materi pada Workshop Kader Kesehatan dan Pencegahan Stunting di Balai Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Langkat Sabtu (9/9).

Kegiatan digagas PT TIV (Pabrik Aqua Langkat) dan Sources of Indonesia (SOI) bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Pasar VI Kwala Mencirim dihadiri Kader Kesehatan atau Kader Posyandu, Pemerintahan Desa dan masyarakat dengan jumlah peserta 35 orang. Acara tetap menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sementara itu Kepala Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Waris Suryadi sambutannya sangat mengapresiasi PT TIV atau Pabrik Aqua Langkat dan Tim SOI telah memberikan penyuluhan untuh pencegahan stunting di desanya . Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di dusun-dusun agar warga semakin banyak paham tentang apa itu stunting dan bagaimana mencegahnya. Sehingga jangan sampai anak-anak di desanya mengalami stunting, sebutnya.

Jimmi Simorangkir selaku SR Coordinator PT. Tirta Investama (TIV) mengatakan, selaku sektor swasta pihaknya peduli dengan isu stunting. Selain agar masyarakat semakin paham tentang stunting dan dampaknya, juga memberikan kontribusi untuk desa dalam meningkatkan pengetahuan SDM terkhusus dibidang kesehatan masyarakat.

Arie selaku koordinator dari SOI menyampaikan selain menggelar pencegahan Stunting pihaknya juga mensosialisasikan program pemerintah yaitu : Isi Piringku yang merupakan panduan komposisi makanan yang diperlukan dalam sekali makan bagi balita dan anak-anak.Makanan yang beragam dan mengetahui kandungan gizi dari makanan tersebut juga sangat penting bagi para orangtua agar-anak-anak terhindar dari stunting.

“Tidak perlu makanan yang mahal yang terpenting kita tau kandungan gizi dari apa yang kita suguhkan untuk buah hati kita,” sebut Ari dan diakhir workshop ditutup dengan pemberian susu bagi para ibu yang sedang hamil yang turut hadir dalam kegiatan tersebut . (A-7/c).


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com