Junimart Girsang:

llegal Loging dan Pemberian Izin Pinjam Pakai Hutan, Salah Satu Penyebab Terjadinya Banjir Bandang di Parapat


344 view
llegal Loging dan Pemberian Izin Pinjam Pakai Hutan,  Salah Satu Penyebab Terjadinya Banjir Bandang di Parapat
Foto ist
Junimart Girsang
Jakarta (harianSIB.com )
Terkait terjadinya banjir bandang yang melanda kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), anggota DPR RI daerah pemilihan asal Sumut III, Junimart Girsang SH MH mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK) Siti Nurbaya Bakar, untuk segera turun langsung ke lapangan guna meneliti dan menindak tegas aksi penebangan hutan (Illegal Loging) serta mengevaluasi izin pinjam pakai hutan kepada para pengusaha.

Politisi PDI-Perjuangan ini menilai penebangan hutan illegal serta pemberian izin pinjam pakai hutan, salah satu sebab terjadinya banjir di kawasan Parapat, Kab. Simalungun.

"Menurut saya, sikap dan tindakan pemerintah, terutama Menteri LHK, sangat urgen dan dibutuhkan. Sebab, kalau tidak maka bencana yang sama dapat terjadi di berbagai daerah lainnya," ujar Junimart kepada wartawan melalui keterangan persnya di Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Dikatakan, saat ini daerah Sumut sebagai salah satu provinsi yang para pelaku illegal logging-nya bebas melancarkan aksinya. Tidak tertutup kemungkinan bencana yang sama juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah lainnya di Sumut.

“Saya khawatir bencana yang sama akan melanda Kabupaten dan Kecamatan lainnya menyusul, karena penggundulan-penggundulan hutan terus dilakukan secara sistemik terstruktur," ujar Junimart Girsang sambil mengungkapkan rasa kekhawatirannya yang terjadi di Desa Sopokomil, Kecamatan Parongil yang saat ini terancam akan tenggelam oleh aktivitas penambangan PT. Dairi Prima Mineral (DPM).

Keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang tambang bawah tanah diyakini akan menenggelamkan Desa Sopokomil dan kecamatan sekitarnya, karena perzinannya terbit dan amdalnya dipertanyakan.

Sebagaimana diberitakan masmedia hujan deras yang melanda kota Wisata Parapat, sejak siang hingga sore, Kamis (13/5/2021), mengakibatkan kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun terendam banjir.

Kejadian itu sempat membuat warga setempat panik dan berhamburan keluar rumah.

Mereka khawatir, air bercampur lumpur yang meluap dari sungai diantara tebing bukit Bangun Dolok volumenya semakin besar.

Akibat peristiwa itu, Junimart Girsang juga mendesak Bupati Kabupaten Simalungun dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), supaya segera membenahi sumber utama longsor dan banjir bandang tersebut.

Juga membantu rehabilitasi dan normalisasi kawasan wisata Parapat dan lingkungan masyarakat yang turut terdampak atas peristiwa bencana.

Hal ini perlu dilakukan, supaya obyek wisata Parapat tidak terlalu lama terganggu, namun wisatawan nyaman untuk melakukan rekreasi. (*)

Penulis
: Jamida P Habeahan
Editor
: Robert/bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com