Warga Unjuk Rasa di Kantor Bupati Dairi

P2KD Pegagan Julu VI Dituding Hilangkan Hak Seseorang untuk Dipilih

*Kadis Dispemdes Dairi: Segera Difasilitasi Mediasi

386 view
P2KD Pegagan Julu VI Dituding Hilangkan Hak Seseorang untuk Dipilih
Foto/SIB Tulus Tarihoran
UNJUK RASA: Seratusan warga unjuk rasa di depan Kantor Bupati Dairi, meminta bupati segera membekukan BPD dan P2KD Pegagan Julu VI, yang sewenang- wenang menghilangkan hak seseorang untuk dipilih, Senin (15/11).
Sidikalang (SIB)
Seratusan warga Desa Pegagan Julu VI menggelar unjuk rasa meminta Bupati Dairi membekukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul.
Massa menuding P2KD Pegagan Julu VI menjalankan tahapan Pilkades tidak sesuai aturan. P2KD dituding sewenang-wenang menghilangkan hak seseorang untuk dipilih.
Koordinator Unjuk Rasa, Welman Naibaho, Senin (15/11) mengatakan, P2KD diduga menghilangkan hak Janiriduan Bakara yang merupakan Kepala Desa Pegagan Julu VI, untuk dipilih kembali menjadi kepala desa. "Warga mendatangi kantor bupati untuk mendapatkan keadilan bagi Janiriduan Bakara. Kita tidak terima pembatalan Janiriduan Bakara sebagai calon Kades," ucapnya.
“P2KD melanggar tahapan, karena sesuai tahapan yang ditetapkan, penetapan calon kades tanggal 11-17 Agustus 2021, tetapi panitia sudah menetapkan calon tanggal 10 Agustus dan menempelkan berita acara malam harinya. P2KD sudah mengangkangi aturan dan menghilangkan hak Janiriduan Bakara, untuk dipilih kembali sebagai calon kepala desa," ucapnya.
Kata Naibaho, unjuk rasa sebelumnya juga sudah dilakukan di Sekretariat P2KD Pegagan Julu VI, tetapi tidak ada respon dari panitia. Demikian juga di Kantor Camat Sumbul, tidak ada respon dari camat.
Penasehat Hukum dari Janiriduan Bakara, Jetra Bakara menambahkan, panitia Pilkades serentak harus bertanggungjawab memediasi, apabila ada perselisihan Pilkades. Meminta panitia kabupaten, untuk mendesak P2KD mencabut keputusan penetapan calon kepala Desa Pegagan Julu VI, karena hal itu melanggar tahapan.
"P2KD sendiri bisa menganulir putusan penetapan calon, tidak harus melalui pengadilan, karena sudah diatur dalam regulasi," ucap Jetra.
Kemudian, Jetra meminta panitia kabupaten menfasilitasi pihaknya dengan BPD dan P2KD, agar persoalan bisa terang dan Janiriduan bisa menjadi calon kepala desa.
Janiriduan Bakara menuturkan, pihaknya sudah membuat surat keberatan kepada P2KD setelah adanya penetapan calon. P2KD sudah mengumumkan hasil verifikasi berkas dan penetapan calon kepala desa pada 10 Agustus. Pada hal, sesuai tahapan penetapan calon dimulai pada 11 Agustus.
Janiriduan mengaku ikut mendaftar sebagai balon kepala desa, tetapi pada saat pengumuman penetapan calon, namanya, tidak tercantum. "Panitia sudah jelas melanggar tahapan Pilkades. Surat keberatan atas penetapan calon kepala desa yang disampaikan kepada P2KD tidak berbalas," ucapnya. "P2KD menghilangkan hak saya, untuk dipilih kembali menjadi Kepala Desa Pegagan Julu VI," ungkapnya.
siap fasilitasi mediasi
Massa pengunjuk rasa diterima Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Dairi, Junihardi Siregar didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Eddy Banurea. Junihardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan mediasi terkait persoalan di Desa Pegagan Julu VI, dengan memertemukan P2KD, BPD dengan pihak yang merasa dirugikan.
Pada prinsipnya, Junihardi mengatakan Pilkades diatur regulasi, P2KD bertanggungjawab kepada BPD, dan BPD yang berhak melakukan evaluasi.
Ia mengaku belum menerima dokumen penetapan calon kades dari P2KD Pegagan Julu VI, apakah sudah diumumkan atau belum. Bila sudah menjadi keputusan, yang bisa membatalkan keputusan P2KD hanya lewat pengadilan.
Kendati demikian, Junihardi siap menfasilitasi pihak yang merasa dirugikan dengan P2KD dan BPD. "Beri kami waktu, paling lambat besok akan ada mediasi terkait persoalan tersebut," ucapnya. (B03/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com