Pemkab Deliserdang Setujui Permohonan Pengurangan PBB PT AP II Rp 3,8 Miliar

* Realisasi Penerimaan PBB Masih 31 Persen

161 view
Pemkab Deliserdang Setujui Permohonan Pengurangan PBB PT AP II Rp 3,8 Miliar
Waspada/HM Husni Siregar
Kabid PBB Bapenda Deliserdang Fitra Umar Harahap

Lubukpakam (SIB)

Pemkab Deliserdang menyetujui permohonan pengurangan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diajukan pihak PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Kualanamu. Pengurangan yang disetujui Pemkab Deliserdang sebesar Rp3,8 miliar untuk tahun 2021, sehingga PBB yang ditetapkan dan harus dibayar PT AP II senilai Rp19,2 miliar.
Kepala Bapenda Deliserdang melalui Kabid PBB, Fitra membenarkan kalau Pemkab telah menyetujui permohonan pengurangan tagihan PBB AP II. Disebut tagihan sebesar Rp 19,2 miliar itu sama besarannya dengan tagihan tahun sebelumnya. Diakui salah satu dasar disetujuinya pengurangan tagihan adalah karena adanya hasil audit keuangan dari eksternal bandara.
"Sebab hasil audit eksternal itu pada tahun ini bandara rugi Rp200 miliar. Sehingga tagihan untuk tahun ini dikembalikan seperti tahun lalu sebesar Rp19,2 miliar. Kita kan harus objektif juga karena memang mereka merugi banyak dengan situasi sekarang ini (dampak pandemi)," ujar Fitra kepada wartawan, Senin (15/11).
Informasi yang didapatkan meski sudah diputuskan Pemkab tagihan pajak dikurangi jauh namun sampai saat ini pihak AP II Bandara Kualanamu juga belum melakukan pembayaran. Dampak dari ini realiasi penerimaan PBB tahun ini masih jauh dari target. Memasuki pertengahan November capaian penerimaan masih di bawah 50 persen.
"Saat ini ya memang capaian penerimaan masih 31 persen untuk PBB. Pendapatannya kalau dirupiahkan masih dapat Rp 162 miliar. Bandara memang belum bayar sama kita," terang Fitra.
Fitra menyebut, sejauh ini dari informasi yang mereka terima pihak AP II Bandara Kualanamu masih mengajukan permohonan pembayaran ke Pusat. Diakui kalau pada tahun ini untuk penerimaan PBB target yang sudah dipasang sebesar Rp512 miliar. Target ini jauh lebih tinggi dari target pada tahun sebelumnya.
"Tahun lalu targetnya itu Rp259 miliar, kalau capaian sekitar Rp162 miliar dapat juga kemarin itu. Sekarang ini targetnya tinggi makanya persentasenya hancur. Ya kalau bandara masuk (bayar) penerimaan pastikan jauh lebih bagus karena bisa Rp181,2 miliar tapi belum tau kita kapan dibayar," tandas Fitra.(C3/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com