124 ASN Pemko Medan Ikuti Workshop Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi


68 view
Foto SIB/Dok Humas Pemko Medan
Buka Workshop : Kepala BKD dan PSDM Kota Medan Muslim Harahap membuka Workshop Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi pada lingkungan Pemko Medan di Command Center Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Senin (16/11).
Medan (SIB)
Sebanyak 124 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan mengikuti Workshop Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi di Lingkungan Pemko Medan, Senin (16/11). Untuk mendukung terwujudnya birokrasi berkelas dunia (World Class Bureaucracy), salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kompetensi ASN sehingga dapat bekerja dengan profesional dan menjadi berkelas dunia.

Workshop yang dibuka Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT diwakili Kepala BKD dan PSDM Kota Medan Muslim Harahap itu berlangsung dengan menekankan protokol kesehatan di Command Center Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

Diketahui, workshop itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para ASN di lingkungan Pemko Medan khususnya sebagai pengelola SDM di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing terkait standar kompetensi jabatan serta bagaimana metode dan bentuk pengembangan kompetensi ASN.

Dikatakan Kepala BKD dan PSDM Kota Medan Muslim Harahap dalam sambutannya, berdasarkan hasil pengukuran indeks profesionalitas yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara tahun 2018, secara nasional profesionalitas ASN hanya 56,5 atau bernilai sangat rendah, dimana tingkat profesionalitas aparatur pemerintah pusat 60,2 (rendah) dan daerah 52,7 (sangat rendah).

"Secara internasional, indeks government effectiveness yang dikeluarkan world bank pada tahun 2017 memperlihatkan kualitas ASN dan pelayanan publik Pemerintah Republik Indonesia masih berada di bawah Thailand (60), Malaysia (44) dan Singapura (1) serta beberapa negara kecil seperti Mikronesia (81), Fiji (79) dan Makedonia (77)," katanya.

Diungkapkan, hal itu menjadi tantangan Pemko Medan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Untuk itu, tambahnya, kompetensi dan kualitas SDM aparatur pemerintah wajib ditingkatkan, baik aparatur pemerintah pusat maupun daerah, termasuk aparatur Pemko Medan.

"Untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas aparatur Pemko Medan, perlu menganalisa dan memetakan kesenjangan kompetensi dengan yang dibutuhkan pada setiap OPD. Perlu disusun perencanaan pengembangan kompetensi yang dibutuhkan secara akurat, sehingga mampu mendukung kinerja Pemko Medan yang lebih baik dan profesional di masa mendatang," jelasnya.

Sebelumnya dikatakan Kabid SDM BKD&PSDM Kota Medan Adrian Saleh, Workshop Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi itu digelar dari tanggal 16 November hingga 7 Desember 2020 dan terdiri dari 4 angkatan.

"Untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan menghindari terjadinya keramaian, kegiatan ini digelar melalui Zoom Meeting. Untuk menambah wawasan kepada para peserta, kegiatan ini juga akan diisi dengan pemaparan oleh narasumber dari Lembaga Administrasi Negara RI," sebutnya. (Rel/M15/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com