3.752 Ha Lahan Tanaman Padi di Sumut Diasuransikan


248 view
Medan (SIB) -Hingga Juni 2018 peserta program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) di Sumatera Utara sebanyak 6.026 petani atau 12,5 % dengan lahan yang diasuransikan seluas 3.752 hektar. Sementara target menjadi AUTP tahun ini sebanyak 30.000 orang.

Peserta AUTP di Sumut masih minim, padahal program AUTP memberi jaminan perlindungan hasil panen petani akibat lahannya mengalami gagal panen, bencana alam kekeringan, terkena hama penyakit atau serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan banjir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Sumatera Utara Jonni Hakim Purba kepada SIB, Selasa (17/7).

Disebutnya, minimnya peserta program AUTP karena ada anggapan petani, tanaman mereka tidak pernah terkena musibah. Namun sosialisasi perlu terus dilakukan agar  mereka menyadari pentingnya menjadi peserta asuransi agar ada rasa aman petani untuk bertanam.

Ia mengatakan, di Sumut program AUTP sejak tahun 2016 dengan luas lahan pertanian 12.575 hektar dan tahun 2017 meningkat menjadi 20.670 hektar. "Para petani ikut menjadi peserta cukup banyak, hanya saja lahan dimiliki petani kecil-kecil semua. Tidak luas, ada yang 0,5 rante, 1 rante, 0,5 hektar. Satu hektar lahan pertanian memiliki 25 rante. Jadi untuk program ini petani harus bergabung dalam kelompok tani.

Selama tahun 2016 hingga 2017, klaim yang diberikan  masing-masing 9.000 hektar dan 15.000 hektar. 

Puncak tanam September hingga Desember tahun ini diperkirakan jumlah peserta akan meningkat.

Untuk program Asuransi tersebut skema pembayaran premi untuk setiap 1 hektar dengan nilai pertanggungan Rp6.000.000 dan petani cukup membayar Rp36.000 (20%) per hektar Musim Tanam (MT) sedangkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan subsidi sebesar 80% (Rp144.000).

Premi yang dibayar, 80 % ditanggung pemerintah, selebihnya dibayar petani hanya  Rp 36.000 per hektar per MT. Pemerintah melalui Jasindo yang menangani AUTP.

Disebutnya, umumnya para peserta AUTP antara lain Tapanuli Selatan, Tapteng, Asahan, Pematang Siantar, Labuhan Batu, Nias Utara, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Labura, Langkat dan terbesar Kabupaten Simalungun seluas 1.313 hektar.

"Umumnya daerah yang lokasinya dianggap tidak ada resiko, petaninya enggan menjadi peserta AUTP.

Untuk menjadi peserta para petani AUTP lebih dahulu sudah menanam dengan masa tanam 5 hari hingga 30 hari," ungkapnya. (A2/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com